Harga Emas, Perak, Platinum, Palladium
     
Harga Emas Tertinggi Terendah Hari Ini

Bagaimana Emas Membunuh Perekonomian India

Di pasar global, emas kehilangan nilainya.

Investor mulai meninggalkan logam kuning, yang harganya telah merosot lebih dari 10 persen selama tiga bulan terakhir.

Namun India sangat gila emas sehingga mereka mengorbankan mata uang mereka dan ekonomi negara mereka dalam keadaan tawar-menawar.

Dengan membeli miliaran dolar emas asing, mereka mengirim uang tunai India ke luar negeri, sehingga mengganggu keseimbangan uang masuk dan keluar dari negara itu, dan dengan demikian mengakibatkan turunnya nilai rupee. Yang pada gilirannya membuat impor key *lebih mahal*, dan membuatnya lebih sulit bagi bisnis untuk membayar pinjaman internasional.

“Jika selama satu tahun tidak ada impor emas, itu akan mengubah kisah defisit transaksi berjalan negara,” kata Menteri Keuangan P. Chidambaram pada Kamis. “India beranggapan bahwa mereka membeli emas dalam rupee. Sebenarnya mereka membeli emas dalam dolar.”

India merupakan importir emas terbesar dunia, menyerap sepertiga dari pasokan dunia setiap tahun. Emas adalah pembelian asing terbesar India, setelah minyak. Dampaknya? Defisit transaksi berjalan (arus perpindahan uang netto) adalah 5,4 persen dari PDB, sekitar dua kali lipat apa yang ekonom rekomendasikan.

“Saya sekali lagi menghimbau bagi semua orang untuk menahan godaan untuk membeli emas,” kata Chidambaram. “Ini akan menunjukkan dampak positif pada setiap aspek perekonomian India.”

Sementara defisit transaksi berjalan India masih terlalu tinggi, permasalahan sebenarnya adalah apakah cukup uang yang mengalir ke India untuk membuat perbedaan.

Menurut Chidambaram, impor emas India turun dari rata-rata $135 juta pada semester pertama Mei menjadi $36 juta pada paruh kedua bulan Mei, tetapi dia tidak menyebutkan alasannya: Tahun ini festival Akshaya Tritiya, libur terbesar kedua untuk pembelian emas, jatuh pada tanggal 13 Mei.

Jeda pasca-liburan memberikan angin segar kepada bank sentral, yangmana pada hari Selasa dipaksa untuk turut campur tangan di pasar mata uang untuk menarik rupee dari level terendahnya terhadap dolar dalam sejarah (58,98 rupee terhadap dolar AS).

Tapi rupee kembali jatuh setelah pidato Menteri Keuangan pada hari Kamis. Dan jatuhnya permintaan emas kemungkinan hanya bersifat sementara – karena bagi warga India emas lebih dari investasi.

Emas identik sebagai tabungan dan keamanan bagi banyak warga India yaitu 1,24 miliar orang, karena berbagai alasan. Hanya sekitar 36.000 dari 650.000 desa di India memiliki bank. Adanya syarat saldo minimum dan persyaratan lainnya membuat para pembantu rumah tangga, penjaga keamanan dan pekerja konstruksi lebih banyak menaruh aset mereka dalam koin emas dan perhiasan sebagai nilai lindung terhadap saat-saat buruk atau tak terduga, seperti dapat dijual atau digunakan sebagai jaminan dengan rentenir lokal.

Selain itu, kepentingan logam yang sudah membudaya membuatnya penting untuk pernikahan dan berbagai upacara lainnya. Bahkan para bankir dan pengacara masih berpikir untuk membeli perhiasan emas sebagai strategi keuangan yang sangat mudah. Dan dengan kedua pasar modal dan real estate kehilangan pamornya akhir-akhir ini, India telah muncul sebagai kelas baru pembeli emas.

“Secara tradisional, selalu ada permintaan emas. Tapi apa yang telah ditambahkan dalam empat tahun terakhir ini adalah jenis permintaan yang berbeda. Itu adalah permintaan untuk emas yang saya sebut investasi,” kata Debroy.

“Terdapat cukup sedikit investasi di emas yang sekarang sebenarnya dalam bullion.”

Pertimbangkan ini: Meskipun harga emas telah merosot dari $ 1.800 pada bulan November menjadi sekitar $ 1.400 per ounce bulan lalu, World Gold Council memperkirakan bahwa impor emas India untuk April-Juni akan berjumlah hampir setengah dari total impor tahun 2012.

Investasi Buruk? Mungkin. Para ahli mengatakan bahwa kenaikan harga emas tidak mungkin tidak diikuti penurunan besar di pasar saham AS atau dalam nilai dolar,yang tampaknya mungkin. Dan bahkan harga emas jangka panjang cenderung meroket dan terjun karena ada pihak “nyata” yang berpengaruh di permintaan untuk logam kuning, dengan investor yang membeli emas dan duduk di atasnya sebagai akuntansi investasi selama lebih dari setengah dari volume emas dibeli setiap tahun

Untuk perekonomian India, bagaimanapun, obsesi emas lebih buruk daripada investasi yang buruk. Tidak seperti membeli saham atau obligasi, parkir uang di emas memperlambat, daripada merangsang, pertumbuhan ekonomi dengan mengisap uang keluar dari sistem. (Sebaliknya, bahkan impor minyak, yangmana justru buruk bagi defisit perdagangan, justru memberi keuntungan bagi industri).

Sementara itu, defisit perdagangan yang berkembang memaksa negara untuk mendevaluasi mata uangnya – untuk India, sekitar 10 persen per tahun selama dua dekade terakhir. Nilai-nilai yang menurun tersebut menakut-nakuti orang keluar dari rupee, dan dana asing untuk keluar dari India. Hal itu, pada gilirannya, berarti bahwa kurangnya investasi dan pertumbuhan yang lambat, dan dengan demikian melemahnya rupee lanjut. (tan, zou)

Share

Komentar

Leave a Reply