Harga Emas, Perak, Platinum, Palladium
     
Harga Emas Tertinggi Terendah Hari Ini

Beralih ke Uang Cash, Harga Emas Turun





Harga emas terjun bebas pada Kamis, tanking 2,5% karena para investor beralih ke uang tunai di tengah aksi sell off besar-besaran untuk saham dan komoditas.

Emas untuk pengiriman Desember ditutup turun $54,10 berada pada $1,720.20 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Harga emas telah diperdagangkan setinggi $1.768 dan serendah $1.711 per ounce, sementara harga spot tenggelam $44, menurut indeks emas Kitco.

Harga perak turun $2,32 dan ditutup pada $31,19 per ounce sementara indeks dolar AS turun 0,18% berada pada $78,27.

Semua aset dari saham sampai komoditas mengalami Kamis yang buruk. Peringatan Fitch bahwa bank-bank AS beresiko untuk tertular jika krisis utang Eropa semakin memburuk, bersama dengan tingkat pinjaman yang tinggi untuk Spanyol dan Prancis yang menjadi panduan untuk beralih ke uang cash.

Harga emas mengalami kerugian yang cepat setelah harga berada di bawah $1.750 per ounce. George Gero, wakil presiden senior di RBC Capital Markets, mengatakan hal itu bisa dipicu oleh sell stop – pedagang dipaksa untuk menutup posisi agar tidak rugi.

“Kita berharapa agar  harga tetap di $1.700 sekarang,” kata Gero, yang juga mengatakan bahwa para manajer dana akan enggan untuk menambah lebih banyak aset berisiko untuk portofolio mereka dalam waktu dekat. Emas biasanya dianggap aman namun volatilitasnya yang sangat besar – karena investor alternatif membelinya sebagai jaring pengaman dan kemudian menjualnya untuk mengumpulkan uang – telah menciptakan pasar yang bergejolak.

James Moore, analis peneliti di FastMarket.com, mengatakan emas yang didukung oleh permintaan safe haven- beberapa orang berpendapat harga akan jauh lebih rendah jika tidak untuk krisis utang negara di Eropa – tetapi bahwa harga tersebut berada untuk waktu yang tidak menentu. “Kebutuhan untuk menjaga likuiditas kas dan margin yang mencakup komitmen mungkin akan melihat logam dibatasi oleh serangan profit taking, dengan emas yang rentan dalam jangka pendek seharusnya akan mempengaruhi kekalahan ekuitas yang lebih dalam.”

Kasus mendasar untuk emas tidak berubah banyak, tapi volatilitas telah menjadi norma.

Total permintaan emas di kuartal ketiga naik 6% menjadi 1,053.9 ton, menurut laporan terbaru oleh World Gold Council. Permintaan investasi adalah yang paling menonjol kenaikannya sebanyak 33% sementara permintaan untuk emas batangan dan koin naik 29% dan ini berada di tengah kejayaan emas $1.923 per ounce dan 10% aksi jual dramatis pada bulan September. Krisis utang zona euro membantu meningkatkan permintaan fisik dengan 30% dari bar total dan permintaan koin datang dari Eropa, naik 135% dari tahun lalu. Pembeli terbesar adalah Jerman tetapi tingkat pertumbuhan tertinggi adalah Prancis.

Arus masuk ke ETF juga tumbuh 58% menjadi 77,6 ton meskipun investor legendaris John Paulson melikuidasi sepertiga dari posisinya di SPDR Gold Shares (GLD). Pembelian Bank sentral  mencapai 148,4 ton dan bisa mencapai 450 ton pada akhir tahun.

“Emas telah kembali menjadi barang simpanan yang berharga, dan yang kedua adalah sebagai perhiasan,” kata Adrian Ash, kepala riset untuk BullionVault.com. “Logam fisik telah menghasilkan uang seperti koin dan bar yang lebih pasti dan mantap dari waktu manapun sejak pertengahan 1930-an.”

Penarikan terbesar berasal dari pembelian perhiasan tingkat menengah, turun 10%. Permintaan di India jatuh sebanyak 26% namun World Gold Council mengatakan pembelian telah pulih sedikit demi sedikit. ” Kami berharap permintaan di India akan naik namun itu semua tergantung dengan keadaan mata uang,” kata Marcus Grubb, direktur managing World Gold Council.


Share

Komentar

Leave a Reply