Harga Emas, Perak, Platinum, Palladium
     
Harga Emas Tertinggi Terendah Hari Ini

Emas Bisa Jatuh Hingga $ 1000 Jika Melampaui Resistensi Kunci pada Pelonggaran Kuantitatif (QE), Kelemahan Di Cina Dan India

Beberapa waktu yang lalu, emas membuat rentetan nilai tinggi sepanjang masa karena investor mencari  keselamatan melalui logam kuning. Itu adalah berita lama: perdagangan emas telah benar-benar jatuh sejak September lalu, dengan bullion yang sekarang turun lebih dari 30% sejak saat itu, dan mungkin akan terus menurun ke $ 1.000 per ons jika emas menerobos level kunci resistensi  yang sudah mendekat dengan cepat.  Awalnya didorong oleh perputaran ke saham, dan saat ini diperparah oleh kekhawatiran bahwa Fed Bernanke mungkin mempertajam  QE lebih cepat dari yang diharapkan, kekalahan dalam emas baru-baru ini tampaknya tidak akan berhenti dalam waktu dekat.

Harga untuk satu ons emas turun lebih dari $ 50 pada awal hari perdagangan, dengan kontrak Agustus 2013 paling banyak diperdagangkan pada  $ 1,223.2 per ounce pada awal perdagangan. Pada pukul 13:43 di New York, emas telah pulih dari beberapa kerugian, berubah menjadi  $ 1,231.0 per ounce.

Beberapa faktor  telah berkontribusi terhadap penurunan emas menurut Mark O’Byrne di GoldCore. O’Byrne, yang beranggapan bahwa penurunan emas tidak semata karena  “data ekonomi AS yang positif” dan bahwa “penurunannya adalah karena ketidakseimbangan yang terjadi di pasar fisik dalam hal penawaran dan permintaan,” mempercayai  bahwa momentum perdagangan dan sentimen justru memainkan faktor utama. “Sentimen seburuk, bahkan lebih buruk, daripada yang pernah terjadi selama sell off tahun 2008 ketika emas batangan turun dari $ 981 per ounce menjadi $ 682 per ounce atau senilai 31%. Emas sekarang turun 35% dari posisi tertinggi pada bulan Agustus, 2011 – dalam jangka waktu lebih lama, “jelasnya.

Pergerakan harga emas memberikan “sinyal nyata bahwa kekhawatiran terhadap Fed masih bertahan,” kata tim peneliti ekonomi Nomura, sementara pada hari Selasa, Morgan Stanley M memangkas target harga pada logam kuning ke $ 1.409 per ounce (mereka mengharapkan perak mampu mencapai  $ 23,39).

Emas telah mencapai tingkat terendahnya  sejak pertengahan 2010 di tengah-tengah penguatan dolar, yang bisa dikaitkan dengan ekspektasi kebijakan moneter ketat dari Bernanke Fed, dan kenaikan suku bunga. Secara keseluruhan, indeks dolar AS jauh lebih tinggi sejak September 2012, ketika akhirnya  kerusakan dalam bullion dimulai, dan suku bunga telah meningkat secara dramatis, dengan imbal hasil obligasi 10-tahun mencapai 2,66% akhir-akhir ini. Kedua kelas aset ini berkorelasi negatif dengan logam kuning, karena  penguatan dolar mengurangi kebutuhan perlindungan terhadap kerugian mata uang, sedangkan suku bunga yang lebih tinggi memberikan pendapatan yang lebih besar, poin yang jelas tidak dimiliki emas.

Saham Emas mencapai angka terendah sejak Februari 2009. Perak juga mencapai angka terendah karena berkurangnya kepercayaan terhadap perak yang mulai terlihat pada bulan Desember 2012.

Penurunan emas telah mendorong pelaku di pasar fisik untuk membeli saham namun hal ini nampaknya tidak akan terjadi kali ini, karena India dan China telah dibatasi oleh bank. Namun, dengan munculnya bank sentral untuk mengambil keuntungan dari situasi itu, lebih dari 30 metrik ton emas telah dibeli pada bulan April, menurut data UBS, sedangkan IMF menunjukkan bahwa Turki, Rusia, Azerbaijan, Republik Kyrgyzstan, dan Meksiko telah menambahkan stok emas mereka akhir-akhir ini.

O’Byrne mencatat bahwa tingkat berikutnya resistensi $ 1.200 dapat diuji selama beberapa sesi perdagangan berikutnya. Jika harga emas mencapi nilai resistensi tersebut, level teknis kunci selanjutnya akan berada di angka $ 1.000. Jika emas sampai turun serendah itu, maka hal tersebut menandi bahwa emas telah mengalami penurunan sebesar hampir 50% dari harga tertinggi pada bulan September 2011 yaitu di atas harga $ 1.900. (tr,dn)

Share

Komentar

Leave a Reply