Harga Emas, Perak, Platinum, Palladium
     
Harga Emas Tertinggi Terendah Hari Ini

Emas Masih Bisa Naik Jika Suku Bunga Naik

Nilai emas masih bisa mendapatkan keuntungan jika suku bunga naik, asalkan harga meningkat karena inflasi juga meningkat, kata pengamat pasar komoditas pada hari Kamis.

Meskipun Federal Reserve menunda pengurangan program pelonggaran kuantitatif bulan lalu, ekonom memperkirakan bahwa Fed akhirnya akan mulai untuk menarik program stimulus, yang akan menjadi langkah pertama untuk menuju tingkat suku bunga yang lebih tinggi. Karena harga emas telah diuntungkan dari program likuiditas Fed, kebijaksanaan konvensional menunjukkan bahwa harga emas akan jatuh.

Namun, panelis di Morningstar ETF Invest Conference di Chicago mengatakan cerita di balik nilai emas dan kenaikan suku bunga lebih bernuansa dengan pandangan sederhana bahwa tingkat yang lebih tinggi berarti harga emas lebih rendah.

“Jika suku bunga meningkat karena inflasi, komoditas bisa membaik,” kata Martin Kremenstein, direktur dan kepala manajemen aset pasif untuk Deutsche Asset dan Wealth Management di Amerika.

Juan Carlos Artigas, manajer penelitian investasi di World Gold Council, mencatat bahwa bahkan jika suku bunga riil naik – dengan suku bunga riil menjadi kombinasi antara inflasi dan harga nominal – emas masih bisa memiliki performa positif.

Menurut penelitian dari WGC, selama lingkungan suku bunga riil stabil, bila laju inflasi yang disesuaikan adalah antara nol dan 4%, tingkat pengembalian bulanan emas adalah sekitar 0,7%.

Sejauh ini, inflasi AS yang diukur dengan indeks harga konsumen masih tetap rendah.

Emas sering dipandang sebagai pelindung nilai inflasi yang baik, tapi Kremenstein mengatakan investor yang ingin melakukan perlindung nilai terhadap inflasi tak terduga harus mencakup berbagai komoditas karena hasil pertanian dan energi adalah pelindung nilai inflasi tak terduga yang lebih baik.

“Orang-orang khawatir dengan adanya Inflasi tak terduga. Sehingga menyebabkan komoditas memberikan diversifikasi yang lebih baik dalam portofolio,” katanya.

Artigas mengatakan dalam penelitian WGC menunjukkan bahwa pemilik saham emas mengalami kenaikan dari 2% menjadi 10%.

John LaForge, kepala tim komoditas Ned Davis Research, mengatakan investor perlu mempertimbangkan siklus komoditas ketika mereka memikirkan tentang penambahan sumber daya alam ke dalam portofolio.

LaForge mengatakan, berdasarkan penelitian mereka, emas akan kembali ke 1700-an, hal ini menunjukkan siklus komoditas sekuler selama 16 tahun terakhir. “Emas telah mengalami kenaikan selama 12 tahun terakhir, jadi kita sudah mendekati akhir dari kenaikan tersebut” katanya.

Ia mengatakan, sebelum era modern, emas diperdagangkan hanya untuk komoditas dan nilainya berpengaruh pada deposito.” (zou, dn)

Share

Komentar

Leave a Reply