Harga Emas, Perak, Platinum, Palladium
     
Harga Emas Tertinggi Terendah Hari Ini

Emas Melemah karena dolar ‘untung’: intervensi BoJ

Emas turun lebih dari 1 persen pada Senin, setelah intervensi Jepang di pasar mata uang memicu lonjakan dolar, yang sebelumnya sudah mendapatkan manfaat dari kasus zona euro.

Jepang melakukan intervensi secara sepihak di pasar valuta asing pada Senin untuk mengekang kekuatan yen, membuat dolar naik lebih dari 1 persen terhadap  mata uang lainnya.

Mata uang AS yang lebih kuat membuat komoditas denominasi dolar lebih mahal untuk pembeli non-AS, menekan harga  perak, tembaga dan minyak mentah.

Minggu ini juga didominasi oleh data utama AS, termasuk ketenagakerjaan bulanan dan  manufaktur, bersama dengan aktivitas pabrik Cina, yang juga membuat investor harus hati-hati.

Emas Spot terakhir turun sebesar 1,1 persen berada pada $ 1,720.20 per ons pada 11.00 GMT, setelah naik 6,0 persen minggu lalu dan ditetapkan naik  5,8 persen bulan ini, mengikuti penurunan 11 persen pada September, ketika harga mencapai rekor $ 1,920.30.

“Minggu ini,  semua berbicara tentang data ekonomi dan pertemuan yang membahan kebijakan bank sentral.  Tidak ada arah sebenarnya, kecuali kenyataan bahwa trading lebih seperti aset yang risiko..”

Federal Reserve AS dan Bank Sentral Eropa bertemu pekan ini untuk membahas kebijakan moneter.

Korelasi antara emas dan pasar ekuitas Eropa. STOXX naik ke angka tertinggi multi-bulan hampir 50 persen, yang berarti emas lebih cenderung bergerak bersama-sama dengan saham, sedangkan korelasi negatif emas dengan dolar menguat sampai -40 persen pada Senin dari sekitar -30 persen pekan lalu.

“Lonjakan besar  dolar menekan harga emas,” kata Ong Yi Ling, seorang analis di Phillip Futures. “Tapi selama emas tetap di atas $ 1.700, sentimen harusnya tetap bullish.”

Untuk yang ‘Buy’, Hati-hati !

Pembelian di pasar fisik sedang dikesampingkan, yangmana hal ini menyebabkan premi batangan emas mengalami pelonggaran pada kisaran antara $ 1 sampai $ 1,50 per ounce untuk harga spot, dari sekitar $ 1,50 pekan lalu.

“Kami melihat beberapa pembelian dari Thailand,” kata seorang dealer yang berbasis di Singapura. “Jika harga turun di bawah $ 1.700, pembeli fisik diharapkan untuk kembali.”

Ketertarikan investasi dalam emas telah menghidupkan kembali yang dalam beberapa pekan terakhir setelah para pemimpin zona Euro mengembangkan kesepakatan untuk mengatasi krisis utang, meskipun dengan susah payah, membuat harga naik 6 persen minggu lalu.

SPDR Gold Trust, bursa emas – perdagangan emas tersbesar di dunia, mendaftarkan arus masuk 16,04 ton pekan lalu dan 11,62 ton sejak akhir September, setelah kecilnya nilai yang keluar 0,38 ton pada bulan September.

Pada hari-hari ke depan, investor akan mengawasi pertemuan kebijakan Federal Reserve AS, serta 20 pertemuan lain sebagai upaya koordinasi untuk membantu menstabilkan pasar keuangan dunia.

Pada logam mulia lainnya, platinum dan paladium, keduanya turun sekitar 2,0 persen pada hari itu. Kunci minggu ini untuk kedua logam tersebut adalah akan menjadi pengukur aktivitas pabrik global, dengan penawaran penjualan kendaraan bulanan US memberi wawasan tentang kesehatan dari sumber utama permintaan untuk kelompok logam platinum.

Ahli strategi UBS,  Edel Tully, mengatakan bahwa analis auto bank mengharapkan kendaraan bulanan AS untuk mengambil ketersediaan kredit, meningkatkan persediaan serta insentif pembelian lainnya.

“Percakapan kami dengan produsen dan pengguna akhir dalam beberapa pekan terakhir telah mengungkapkan bahwa kontrak pasokan penguna akhir tetap tidak berubah, dengan pengiriman logam masih bisa diserap. Penurunan harga di akhir September sebenarnya telah mendorong ‘buy’, karena prospek jangka menengah masih melihat bahwa pada tingkat sekitar $ 1500 merupakan poin yang bagus untuk ‘masuk’, “katanya dalam sebuah catatan.

Platinum terakhir turun 2,3 persen pada $ 1,605.99, sedangkan paladium turun 1,9 persen pada $ 652,25 dan perak turun 2,5 persen menjadi $ 34,32 per ounce.

Share

Komentar

Leave a Reply