Harga Emas, Perak, Platinum, Palladium
     
Harga Emas Tertinggi Terendah Hari Ini

Emas Memantau Yunani, Dollar, Tapi Tetap Lemah

Harga emas jatuh lagi pada hari Jumat, menandai sesi kerugian harian ketiga berturut-turut. Sebuah laporan mengungkapkan pertumbuhan pekerjaan AS yang kuat pada bulan Mei menekan harga emas lebih rendah pada Jumat, hal ini dikarenakan para pedagang bersiap untuk sebuah kenaikan suku bunga potensial dari Federal Reserve AS yang kemungkinan terjadi pada awal September.
Penjualan Jumat menarik pasar emas untuk berturut-turut turun selama tiga minggu terakhir, dan Comex emas berjangka Agustus  jatuh ke level terendah sejak Maret 19 . Comex Emas berjangka Agustus mengakhiri sesi Jumat di $ 1,168.1 sementara perak Comex Juli menetap di $ 15,984.
“Ketidakmampuan Gold untuk melakukan ‘rally’ dalam menanggapi lemahnya dollar minggu-minggu terakhir ini adalah sebuah kekecewaan dan memperkuat tren bearish yang sudah berlangsung sejak ‘rally’ pertengahan Mei yaitu hingga diatas $ 1.220,” kata Ken Morrison, trader dan editor Morrison On The Markets. Indeks dolar AS menguat pada hari Jumat, tapi ditutup lebih rendah pada minggu ini.
Untuk minggu depan, prospek harga emas umumnya lemah. Menurut survey emas terbaru dari Kitco Wall Street Versus Main Street Weekly, 211 atau 60% berpendapat bahwa emas akan turun minggu depan; 106 atau 30% berpendapat bahwa emas akan naik dan 33 pemilih atau 10% netral. Minggu ini, 350 orang berpartisipasi dalam survei online Kitco.
Hasil survei Wall Street pun tidak jauh beda yaitu data statistic yang meunjukkan downside di harga emas. Dari 33 ahli pasar yang dihubungi, 19 merespons; dari mereka, sembilan peserta, atau 47%, melihat harga yang lebih rendah, delapan ahli, atau 42%, melihat harga akan naik dan dua, atau 11%, netral di pasar emas.
Pedagang emas akan memantau perkembangan dari Yunani selama akhir pekan dan ini akan menjadi awal minggu depan. Yunani melewatkan tenggat waktu pembayaran utang dan memilih untuk bundel pembayaran Juni untuk kreditur. Beberapa analis memperingatkan bahwa ini bisa berarti negara ini berpotensi keluar dari zona euro.
Yunani wild card merupakan potensi elemen bullish untuk emas, kata Ira Epstein, direktur di divisi Ira Epstein Linn & Associates.
“Kita akan mendengar lebih banyak tentang Yunani,” kata Epstein. “Jika tidak ada bencana Yunani, saya mengharapkan pasar emas jatuh [pekan depan]. Tapi, jika mereka memutuskan untuk kembali ke drachma maka mungkin bisa bullish untuk emas. Itu adalah salah satu elemen yang bisa memberikan dukungan kepada harga emas , “katanya.
“Pasar konsen terhadap bencana utang Yunani dan drama dari kasusu tersebut, apakah ini akan memicu beberapa safe haven masih harus dilihat,” tambah Sean Lusk, direktur divisi penjualan safe haven Walsh Trading.

Jika tidak ada krisis yang muncul di Yunani, Epstein mengharapkan emas untuk tetap berada dalam tren lemah dalam waktu dekat. Ia melihat potensi bouncing jangka pendek untuk emas, dengan resistance di $1,185-$1,200. Namun, “itu akan menjadi zona jual,” kata Epstein. Dia mematok target downside di $1.120 per ounce.

Pada kalender ekonomi AS minggu depan, pedagang emas akan mengincar data klaim pengangguran awal dan data penjualan ritel pada Kamis. Pada hari Jumat, indeks harga produsen dan survei sentimen Michigan akan dirilis. Lebih penting lagi, pedagang emas mengawasi pertemuan Federal Open Market Committee 16-17 Juni, yang akan diakhiri dengan konferensi pers.

Menambah sudut pandang emas bearish, Polly Dampier, pedagang dan pendiri www.naturus.com mengatakan “Untuk jangka pendek kita bersandar pada bearish, tapi kami tidak berkomitmen dengan prospek itu. Kisaran harga bagi kita adalah $1,168-62. Jika harga naik, setidaknya untuk sementara, kita bisa melihat bouncing sedikit, tapi kami akan berharap untuk tetap di bawah $1.190, kemungkinan besar sekitar $1.182. Jika $1,168-62 gagal, support berikutnya adalah gap pada grafik harian sekitar $1.151,” kata Dampier.

Pedagang lain melihat potensi untuk sentiment buck bearish saat ini terhadap emas. “Ketidakpastian lanjutan atas risiko default Yunani dan sell-off di US Treasury akan membuat emas tetap pada radar. Saya berharap reli bangkit kembali untuk emas pada minggu depan. Saya berharap emas akan pulih pada akhir minggu di atas level saat ini $1.165,” kata Morrison.

“Fokusnya akan semakin bergeser ke arah pertemuan FOMC pada pertengahan Juni dan perdebatan akan terus terjadi pada waktu kenaikan suku bunga pertama sejak 2006. Dukungan untuk emas di $1,150an dan resistance pertama adalah sekitar $1,185an,” tambah Morrison.

“Dalam jangka pendek, mari kita lihat apakah pembeli datang ke pasar karena harga menarik kembali. Kami tidak memiliki bola kristal di sini, tapi jika sejarah adalah panduannya, kita seharusnya akan melihat pembeli datang,” kata Axel Merk , presiden Merk Investments.

Secara keseluruhan, Merk tetap positif pada prospek emas bahkan setelah Fed memulai siklus kenaikan suku bunga: “emas bisa naik dengan naiknya suku bunga jika inflasi naik lebih cepat daripada tingkat suku bunga, dan jika tingkat suku bunga nominal tetap rendah hingga negatif,” Merk menyimpulkan.

Minggu depan, emas bisa bereaksi terhadap perubahan dalam dolar AS, berita Yunani yang tak terduga atau penjualan ritel atau data PPI. Tapi, peristiwa besar untuk pasar emas adalah pertemuan Federal Open Market pada 15-16 Juni, di mana pedagang akan mengawasi dengan cermat untuk komentar pada konferensi pers mengenai waktu dari kenaikan suku bunga pertama.

 



Informasi dan Berita Lainnya:

Share

Komentar

Leave a Reply




%d bloggers like this: