Harga Emas, Perak, Platinum, Palladium
     
Harga Emas Tertinggi Terendah Hari Ini

Emas Mengalami Penurunan Terbesar dalam Satu Hari Sejak 1980an

Emas berjangka pada hari Senin mengalami penurunan terbesar dalam satu hari sejak 1980-an, karena logam masih terus menurun selama dua sesi dan membuat emas masuk ke wilayah penurunan pasar.

Logam yang lebih kompleks juga turun, perak turun 11% dan merupakan penutupan terendah dalam lebih dari dua tahun, karena data China yang mengecewakan, sehingga munculnya kekhawatiran atas permintaan logam industri.

Perusahaan pertambangan juga terkena dampak dari selloff, saham Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc jatuh 8,2% dan Newmont Mining Corp. turun 5,8%, karena index saham S&P 500 menurun pada Senin sore rendah.

Emas untuk pengiriman Juni jatuh $140.30, atau 9,3%, menjadi $1,361.10 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Harga turun ke level $1,355.30.

Tingkat penutupan merupakan yang terendah untuk kontrak paling aktif sejak Februari 2011, menurut data FactSet.

Penurunan harga ini merupakan penurunan yang terbesar sejak Februari 1983. Ini adalah penurunan emas terbesar dalam satu hari sejak Januari 1980 dan terbesar kedua dalam sejarah.

Penurunan harga pada Senin terjadi karena aksi selloff pada hari Jumat, emas kehilangan $63,50, atau 4,1%, menjadi $1,501.40 per ounce.

Perak untuk pengiriman Mei turun $2,97, atau 11%, menjadi $23,36 per ounce. Berdasarkan kontrak paling aktif, perak berjangka ditutup di titik terendah sejak Oktober 2010, menurut FactSet.

Dengan aksi selloff emas dan perak yang terus berlanjut pada hari kedua, “investor lebih bijaksana jika terus mempertahankan posisi mereka dan menunggu saja,” kata David Morgan, penerbit investment newsletter Morgan Report, menambahkan bahwa aksi selloff biasanya terjadi selama tiga atau empat hari.

Apa yang investor harus lakukan selanjutnya, Julian Phillips, kontributor dan pendiri GoldForecaster.com mengatakan ia tidak akan menjual emas saat ini, “Anda dapat menjualnya di harga terbawah.”

“Tunggu sampai penurunannya melambat dan membangun basis yang menunjukkan bahwa tren sudah berubah,” katanya. “Panic selling di pasar yang menurun adalah tanda bahwa harga sudah mencapai bawah. Pada saat itu saya siap untuk membeli.”

Alasan Penurunan

Pedagang dan analis mengutip berbagai alasan untuk penurunan emas.

Sentimen emas menurun akibat pemotongan perkiraan harga untuk logam mulia dan outflow dari produk yang diperdagangkan di bursa emas. Goldman Sachs pekan lalu menurunkan perkiraan rata-rata harga emas untuk tahun 2013 sampai $1.545 per ounce, yang mana merupakan level logam pada Jumat.

Stan Shamu, ahli strategi pasar di IG Markets Melbourne, mengatakan jatuhnya emas sebagian besar adalah karena besarnya potensi penjualan bank sentral untuk menopang kekurangan fiskal. “Ini terjadi setelah Presiden ECB Mario Draghi menekan Siprus untuk menjual kelebihan cadangan emasnya untuk membantu mendanai bailout negara dan membuat €6 milyar gap. Meskipun Siprus belum memutuskan bagaimana akan mendanai gap tersebut, komentar ini mengguncang para investor dan menyebabkan aksi selloff.”

Analis juga telah menyebutkan penurunan kepemilikan logam di exchange-traded fund. Saham di SPDR Gold Trust berada di 37.3 juta ounce pada Jumat, turun dari 39.1 juta pada tanggal 1 April. Saham ETF turun 8,3% pada Senin sore. iShares Gold Trust turun 8,4%.

James Carrillo, penasihat portofolio senior untuk logam mulia Swiss America Trading Corp, mengatakan ia tidak percaya bahwa fundamental jangka panjang untuk emas telah berubah. “Ini hanya terjadi musiman saja dan kita saat ini menyaksikan panic sell.

Perak dan Tembaga juga terkena dampaknya

Harga tembaga mengikuti harga perak, tembaga Mei kehilangan hampir 8 sen, atau 2.3​​%, menjadi $3.27 per pon.

Kedua logam tersebut terkena dampak data China, ekonomi terbesar kedua di dunia, yang mencatat pertumbuhan triwulan dan angka produksi industri bulanan yang tidak sesuai dengan ekspektasi analis.

Produk domestik bruto China pada kuartal Januari-Maret naik 7.7%, lebih lambat dari pertumbuhan 7.9% pada kuartal keempat, dan di bawah ekspektasi kenaikan 8% dari survei terpisah Dow Jones Newswires dan Reuters.

Di antara data China lainnya, produksi industri Maret meningkat 8.9% dari periode tahun sebelumnya, tidak sesuai dengan perkiraan Dow Jones Newswires yang memperkirakan kenaikan sebesar 10%.

Perak memiliki dukungan jangka panjang di $19,76. Selama perdagangan perak di atas $19,76, kemungkinan kenaikan sampai $35 sangat tinggi untuk beberapa bulan mendatang, kata Chintan Karnani, seorang analis bullion independen di New Delhi.

Harga minyak juga jatuh pada Senin, karena data China yang melemah, memperdalam kekhawatiran tentang permintaan untuk komoditas tersebut.

Platinum berjangka Juli merosot $71,10, atau 4,8%, menjadi $1,424.80 per ounce. Berdasarkan kontrak teraktif, harga mengalami penurunan terbesar sejak September 2011 dalam satu hari.

Palladium untuk pengiriman Juni kehilangan $42,10, atau 5,9%, menjadi $667 per ounce. (zou)

Share

Komentar

Leave a Reply