Harga Emas, Perak, Platinum, Palladium
     
Harga Emas Tertinggi Terendah Hari Ini

Emas Menurun Karena Data Pekerjaan AS Memunculkan Kembali Kekhawatiran Peruncingan

Laporan lapangan kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan membuat emas berjangka di bawah tekanan pada Jumat pagi karena data tersebut memunculkan kembali kekhawatiran tentang apakah Federal Open Market Committee akan mulai meruncingkan program pelonggaran kuantitatif tahun ini.

Sekarang, pengamat mengatakan, pelaku pasar akan mengamati untuk melihat apakah mundurnya harga akan digunakan oleh orang-orang sebagai kesempatan membeli di pasar fisik. Banyak permintaan yang biasanya berasal dari India, Cina dan negara Asia lainnya, dan pasar-pasar disana sekarang ditutup hingga minggu depan.

Nonfarm payrolls AS meningkat sebesar 204.000 pada Oktober, menurut Departemen Tenaga Kerja. Data ini lebih baik dari ekspektasi konsensus untuk pertumbuhan pekerjaan dari 100.000 menjadi 120.000. Selanjutnya, laporan data sebelumnya untuk bulan September dan Agustus direvisi naik sebesar 60.000 pekerjaan untuk jumlah gabungan. Namun, jumlah pengangguran sedikit naik seperti yang diharapkan, menjadi 7,3% dari 7,2%.

“Laporan data pekerjaan lebih baik, dan dari harapan beberapa orang, sangat jauh lebih baik dari ekspektasi,” kata Sterling Smith, spesialis berjangka di Citi Institutional Client Group. “Dan hal itu menimbulkan kekhawatiran baru yang sama besarnya tentang pelonggaran kuantitatif dan peruncingan Federal Reserve.”

Khususnya, pedagang sekarang bisa melihat adanya kemungkinan besar bahwa Fed akan memulai meruncingkan program pembelian obligasi, yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif, bulan depan, kata para analis.

“Kita harus melihat apakah penurunan (harga emas) akan menarik bagi pembeli fisik,” kata Robin Bhar, analis logam di Societe Generale. “Mereka mungkin akan melangkah mundur dan membantu mendukung pasar.”

Sekitar 9:10 a.m. EST, emas untuk pengiriman Desember berada pada $14,20, atau 1,1%, lebih rendah menjadi $1,294.30 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Pergerakan emas hampir datar-datar saja. Perak Desember turun 17,7 sen, atau 0,8%, ke $21,48 per ounce.

Dolar AS juga naik setelah dirilisnya laporan, yang juga merupakan tekanan bagi emas karena hubungan dolar-emas yang terbalik, Bhar mengatakan. Euro turun menjadi $1,3365 dari $1,3418 akhir Kamis. Hasil US Treasury juga melonjak tinggi setelah laporan dirilis, dengan hasil 10 tahun pada 2,718%, naik 10,7 basis poin sejak Kamis.

Para ekonom memperkirakan pertumbuhan yang lebih lemah pada bulan Oktober karena adanya ide-ide bahwa employer tidak akan terlalu banyak mempekerjakan selama 16 hari shutdown parsial pemerintah AS dan itu merupakan konsekuensi ekonomi yang potensial. Pertumbuhan pekerjaan yang tidak terlalu bagus dalam beberapa bulan terakhir, dikombinasikan dengan kekhawatiran tentang potensial shutdown pemerintah lagi pada awal 2014 nanti ketika Kongres harus mengatasi anggaran dan masalah plafon hutang lagi, telah menyebabkan banyak ekonom memperkirakan bahwa peruncingan pertama akan terjadi pada Maret.

Tapi setelah laporan pekerjaan pada bulan Oktober, pelaku pasar kini berspekulasi apakah ini merupakan “amunisi yang cukup untuk pengumumam peruncingan pada bulan Desember”, kata Bhar.

“Tampaknya bulan Desember nanti tidak akan dipertanyakan lagi,” katanya. “Tampaknya data AS tidak akan membaik antara bulan September dan Desember. Jadi, bisa disimpulkan bahwa peruncingan akan ditunda setidaknya sampai Maret.”

Atau, jika Fed tidak melakukan peruncingan pada bulan Desember, data akan meningkatkan potensi pembelian obligasi lagi pada bulan Januari, kata Millan Mulraine, direktur penelitian dan strategi AS untuk TD Securities.

“Lebih penting lagi, laporan tersebut menggarisbawahi ketahanan dalam pemulihan ekonomi AS dan mungkin ini masih terlalu dini untuk menyatakan kemenangan, kekuatan dalam beberapa bulan terakhir memperkuat narasi dari fundamental sektor swasta yang kuat dan akan terus menjadi pendorong utama bagi ekonomi AS, bahkan di tengah-tengah pengetatan fiskal dan ketidakpastian politik.

Data pekerjaan dirilis sehari setelah laporan lain yang menunjukkan bahwa produk domestik bruto AS naik lebih dari yang diperkirakan sebesar 2,8% pada kuartal ketiga. (zou)

Share

Komentar

Leave a Reply