Harga Emas, Perak, Platinum, Palladium
     
Harga Emas Tertinggi Terendah Hari Ini

Emas Rally karena Laporan Pekerjaan Mengecewakan

SAN FRANCISCO – Harga emas naik hari Senin setelah laporan pekerjaan AS hari Jumat yang tidak sesuai perkiraan.

Emas untuk pengiriman Juni naik $ 13,80 atau 0,9% di $ 1,643.90 per ons pada divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Beberapa dukungan untuk emas berasal dari para investor, kata Stephen Platt, analis Archer Financial Services di Chicago.

Saham logam lainnya bercampur dan lebih berorientasi pada produksi industri setelah laporan pekerjaan yang mengecewakan.

Perak untuk pengiriman Mei turun 21 sen atau 0,7% menjadi $ 31,52 per ons, menambah kerugian sesi yang sedang berlangsung.

Tembaga pengiriman Mei turun 8 sen atau 2% ke $ 3,72 per pon.

Laporan pekerjaan yang diharapkan pada Jumat Agung menunjukkan ekonomi AS hanya menciptakan 120.000 pekerjaan pada Maret, jauh di bawah ekspektasi pasar.

Gagal mencapai angka di atas 200.000 untuk pertama kalinya sejak November, tingkat pengangguran turun ke level terendah sejak Januari 2009, tetapi hanya karena para pekerja meninggalkan pekerjaan mereka.

Secara keseluruhan, tingkat suku bunga rendah tetap positif untuk emas, tapi, emas perlu menemukan landasan yang kuat, kata analis di Barclays Capital dalam sebuah catatan.

Dua faktor kunci dalam waktu dekat yakni tetap di kepemilikan emas India dan Cina.

Karena saham AS dan pasar komoditas ditutup saat Jumat Agung, Senin merupakan kesempatan pertama bagi investor untuk bereaksi terhadap data tenaga kerja yang mengecewakan. Saham AS dibuka lebih rendah dan minyak diperdagangkan lebih rendah.

Platinum pengiriman Juli naik $ 10,60, atau 0,7% menjadi $ 1,618.20 per ons. Palladium pengiriman Juni turun $ 1, atau 0,2% ke $ 643,80 per ons.
Bank of Japan sebagai katalis?
Beberapa analis berspekulasi bahwa Bank of Japan bisa mengungkap langkah-langkah stimulus tambahan dengan kesimpulan dari kebijakan dua hari pertemuan dewan bank sentral, yang berakhir Selasa.

Societe Generale mengatakan pada Jumat bahwa Bank of Japan kemungkinan akan meningkatkan program pembelian obligasi pemerintah sebesar 5 triliun yen ($ 60,63 milyar) minggu ini, tekanan domestik di tengah deflasi Jepang.

Sementara itu, China, pembeli emas aktif pada awal minggu, menglami inflasi. Data yang dikeluarkan Senin pagi menunjukkan harga konsumen di Maret naik 3,6% pada tahun ini.

Angka inflasi naik dari 3,2% pada bulan Februari ke 3,3% yang diperkirakan para ekonom, disurvei oleh Dow Jones Newswires.

Share

Komentar

Leave a Reply