Harga Emas, Perak, Platinum, Palladium
     
Harga Emas Tertinggi Terendah Hari Ini

Emas Tidak Bertindak Sebagai Safe Haven, Jatuh Bersamaan dengan Pasar Lain pada Kekalahan Selasa Lalu

Meningkatnya kekhawatiran tentang Yunani setelah pemilu akhir pekan ini membuat partai pemilu tidak dapat membentuk pemerintahan koalisi, hal ini telah menekan sebagian besar pasar keuangan, termasuk emas yang tidak bertindak sebagai aset lindung bagi investor.

Ekuitas dan pasar komoditas secara umum menurun tajam karena investor khawatir bahwa pemilu yang baru mungkin akan  diadakan bulan depan jika tidak ada pemerintahan koalisi Yunani yang dibentuk dan bahwa negara Mediterania dapat menepati kewajiban utangnya sesuai dengan peraturan yang ditetapkan. Hanya pasar  dolar AS dan kas AS yang naik.

Harga emas Juni di divisi Comex New York Mercantile Exchange turun $ 35,90 atau 2,2% menjadi $ 1,603.20 per ounce pada 11:49 EDT. Pasar mencapai nilai rendah $ 1,595.50 yang merupakan harga terendah sejak 3 Januari.

Emas jatuh bersamaan dengan seluruh pasar karena investor berusaha untuk mendapatkan uang tunai. Dave Meger, direktur perdagangan logam dengan Vision Financial Market, mengatakan bahwa adanya kekhawatiran zona euro biasanya memicu “risk-off” perdagangan dimana langkah pertama oleh peserta di berbagai pasar – termasuk emas – adalah untuk berpindah ke barang lain. Dolar AS yang lebih kuat menambah kesengsaraan  bagi emas dan lainnya.

Bill O’Neill, pimpinan di LOGIC Advisors, mengatakan, dengan kelemahan pada komoditas industri, seperti minyak mentah, tembaga dan perak, emas akan berada di bawah tekanan. Pasar tersebut menanggapi permintaan yang cenderung lebih rendah di Eropa akibat resesi dan hal ini dapat memperburuk permintaan emas juga.

Selanjutnya, telah ada ketertarikan spekulatif yang sangat sedikit dalam emas, katanya, mencatat bahwa kurangnya arus masuk ke dalam berbagai dana exchange-traded secara fisik. Posisi spekulatif dalam futures emas AS dan options yang diukur oleh Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi adalah baru saja keluar dari tingkat terendah yang terlihat sejak akhir tahun 2009 menurut salah satu survei sebuah lembaga pengelolaan uang. O’Neill juga menunjuk data dari US Mint untuk April dimana penjualan koin adalah sangat rendah.

“Keadaan ini menunjukkan kurangnya semangat dari para spekulan,” kata O’Neill
Pembeli emas akhir-akhir ini hanya dari bank sentral, tambahnya. “Selain itu, kita tidak melihat permintaan dari London, Jerman atau Zurich, biasanya,” katanya. Permintaan dari India juga menurun karena ekonomi yang lemah dan usulan pajak untuk penjualan emas. Usulan pajak itu diajukan minggu ini, meskipun bea masuk masih tinggi.
Selain dari drama Yunani, ada berita lain yang menkhawatirkan para investor untuk masuk ke perdagangan emas. Ketegangan di Timur Tengah mereda, sehingga tidak ada kekhawatiran geopolitik yang berimbas pada perdagangan emas, katanya.
Edward Meir, konsultan komoditas untuk INTL FCStone, terkejut emas tidak kembali ke status aset lindung, tetapi setuju dengan Meger bahwa perdagangan run-to-the-exits dapat membebani emas.
Tekanan Emas Dilihat dari Grafik
Harga emas berjangka Juni berada di dukungan teknis di 1.630 per ons, tidak mampu menutup sell stops dari sell order ketika harga di pasar memasuki angka yang telah ditentukan.
“Emas turun sejak pertengahan Maret … Anda memiliki banyak spekulan individu membeli di pasar emas. Karena turunnya harga, stop-loss sell bisa menyelamatkan, “kata Michael Gross, analis berjangka OptionSellers.com.
Emas juga berhasil menembus $ 1.600, yang dianggap sebagai angka dukungan hanya karena angkanya bulat. O’Neill mengatakan dukungan jangka pendek untuk emas Juni mungkin ada di harga sekitar $ 1.580, sedangkan Gross menempatkan dukungan utama untuk kontrak di $ 1,525. Jika turun sejauh ini, ini bisa menjadi kesempatan untul membeli emas, kata Gross.
Harga berada di bawah tekanan sekarang, tapi para analis mengatakan bahwa dukungan yang mendasari untuk emas, seperti kebijakan moneter yang longgar, tidak berubah dan yang pada akhirnya akan menjaga pasar untuk tidak turun terlalu jauh.
O’Neill mengatakan harus ada perubahan dalam psikologi pasar terhadap emas untuk memungkinkan untuk bisa rally lagi. Satu kejadian yang mungkin bisa membantu yakni tindakan bank sentral terhadap kebijakan moneter, kata Meir. “Jika bank sentral mengisyaratkan pelonggaran,” harga emas akan naik, katanya, memberikan rangsangan untuk menopang ekonomi global yang kendur.

Share

Komentar

Leave a Reply