Harga Emas, Perak, Platinum, Palladium
     
Harga Emas Tertinggi Terendah Hari Ini

Emas Turun karena Optimisme Ekonomi Berpengaruh Baik Terhadap Dolar

NEW YORK / LONDON – Emas turun pada hari Selasa di tengah aksi jual minyak mentah dan pasar ekuitas AS dan serentetan data ekonomi AS yang positif mengenai moneter AS.

Emas spot memperkecil kerugian menjadi $ 1,652.21 per ons dari 1,660.40 Senin malam, setelah merosot hampir 3 persen sepanjang bulan ini. Kontrak emas COMEX April turun $ 20.1, atau 1,2 persen pada $ 1,647.1 per ons. Logam kuning, yang telah mengikuti aset berisiko seperti saham, juga turun setelah laporan perumahan AS yang mengecewakan muncul.

“Manajer keuangan merealokasi modal dalam bentuk aset berisiko lainnya,  melikuidasi beberapa kepemilikan emas mereka setelah gambaran ekonomi pada kuartal pertama menunjukkan pertumbuhan yang baik,” kata Carlos Perez -Santalla, seorang pedagang di Futures PVM di New York.

Korelasi emas dengan dolar telah terbalik arah dalam pekan lalu, yang berarti harga emas sekarang lebih cenderung bergerak seiring dengan harga dolar. “Gerakan intraday ini terkait dengan naik turunnya dolar, yang menetapkan agenda untuk saat ini,” kata Ole Hansen, manajer senior di Saxo Bank.

Dolar menguat terhadap euro dan yen, sementara dolar Australia turun saat bank sentral memberikan kelongggaran dan adanya kekhawatiran terhadap pertumbuhan China. Kerugian emas lebih lanjut dipicu oleh penurunan emas terbesar di dunia yang diperdagangkan di bursa dana. Kepemilikan saham emas di ETPS dunia dalam 2 bulan dilepas pada hari Selasa, turun lebih dari 56.000 ons sampai 70.843.000 ons.

Penurunan emas 3 persen pekan lalu menghapus keuntungan Januari di tengah harapan pelonggaran moneter AS lebih lanjut. Pada Selasa, Fed mengatakan bank sentral AS belum memutuskan apakah akan memulai pelonggaran kuantitatif pada putaran ketiga , atau QE3.

Beberapa pembeli masih tetap menunggu apakah kesaksian Kongres oleh Ketua Fed Ben Bernanke pada hari Rabu memberikan petunjuk baru tentang pelonggaran lebih lanjut, kata para trader. “Kita akan melihat gelombang di pasar selama beberapa minggu mendatang. Meningkatnya hasil obligasi tidak akan dipandang enteng oleh The Fed dan beberapa bank sentral akan melakukan tindakan, yang akan mendukung emas, “kata Saxo Bank Hansen.

Para analis mengatakan, bagaimanapun, emas yang dapat menguji posisi terendah Desembernya karena trader menutup order emas mereka saat ada kekhawatiran Fed mungkin akan menyelesaikan pelonggaran kuantitatifnya.

Pada akhir Desember, emas turun ke $ 1.500 per ons, setelah penurunan lebih dari 20 persen dari angka tertinggi sepanjang masa di atas $ 1.920 pada bulan September. Emas masih naik lebih dari 5 persen tahun ini.

Kenaikan dolar AS bagi investor asing pada gilirannya memberikan pukulan ganda terhadap emas. Logam mulia cenderung turun ketika dolar menguat karena investor non-AS menjual kepemilikan emas untuk mengambil keuntungan lebih besar dalam mata uang lokal mereka.
Ketika suku bunga rendah, investor kehilangan premi untuk memegang emas karena tidak ada dividen seperti saham atau obligasi.

Mengutip likuiditas yang tinggi, suku bunga rendah dan kekhawatiran utang, Anne-Laure Tremblay, analis di BNP Paribas, mengatakan sementara masih ada headwinds untuk emas dalam jangka pendek, dan emas bertahan di kisaran harga $ 1,850.00 / oz.

Dalam logam mulia lainnya, perak turun 3,8 persen menjadi $ 31,96 per ons, sementara perak berjangka AS Mei turun 1,12 sen menjadi $ 31,805.

Platinum turun 1,5 persen menjadi $ 1,649.24 per ons, sedangkan paladium turun 2,1 persen menjadi $ 687,05 per ons.

Share

Komentar

Leave a Reply