Harga Emas, Perak, Platinum, Palladium
     
Harga Emas Tertinggi Terendah Hari Ini

Emas Turun Pasca Naiknya Data Pekerjaan US

Harga emas menurun ke level terendah empat bulan, setelah data tentang pasar tenaga kerja US yang menunjukkan arah positif rilis Jum’at lalu., sehingga mendorong ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan rencananya untuk menaikkan suku bunga setidaknya sekali lagi tahun ini.

Kontrak emas untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Mercantile Exchange merosot sebesar $ 3,08 atau 0,25% menjadi $ 1,245.01 per troy ounce.

Data Biro Statistik Tenaga Kerja juga menunjukan gaji nonfarmasi naik sebesar 222.000 di bulan Juni, angka ini jauh di atas prediksi sebelumnya yaitu diangka 179.000, namun tingkat pengangguran menurun menjadi 4,4% yang juga diluar perkiraan analis yaitu sebesar 4,3%.

Pendapatan per jam rata-rata naik 2,5 %meleset dari perkiraan ekonom yaitu sebesar 2,6 %.

Rilis data terbaru dari sebagian besar data pekerjaan menunjukkan angka  optimis, memicu ekspektasi bahwa Fed akan melanjutkan rencananya untuk menaikkan suku bunga akhir tahun ini. Hal ini memacu kenaikan baik dalam dolar dan imbal hasil obligasi sementara dan justru menurunkan permintaan untuk logam mulia.

“Data nonfarm-payrolls A.S. membawa berita negatif bagi trader emas,” kata analis pasar Naeem Aslam di ThinkMarkets Inggris.

Emas sensitif terhadap  kenaikan baik di imbal hasil obligasi ataupun dolar A.S. – Dolar yang lebih kuat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang asing sementara kenaikan suku bunga A.S., menaikkan biaya kesempatan untuk menahan aset yang tidak menghasilkan seperti bullion.

Logam mulia lainnya juga menjadi korban kenaikan dollar, perak berjangka turun 3,26% menjadi $ 15,463, sebuah troy ounce sementara platinum futures kehilangan 0,56% menjadi $ 905,20.

Tembaga diperdagangkan pada $ 2.650, turun 0,43%, sedangkan gas alam, turun 0,83% menjadi $ 2.865.

 

(tr)

Share

Komentar

Leave a Reply