Harga Emas, Perak, Platinum, Palladium
     
Harga Emas Tertinggi Terendah Hari Ini

Global Hunter Securities Mengusahakan Kenaikan Harga Emas Hingga Mencapai $2,000/Oz Pada Tahun 2013

Harga emas kemungkinan akan naik hingga melampaui $2.000 per ounce pada awal 2013 dan rata-rata $1.850 untuk tahun ini meskipun berada di dalam periode volatilitas, kata pihak Global Hunter Securities dalam sebuah artikel yang dirilis pada hari Rabu.

Perusahaan mencari cara untuk menaikkan harga logam hingga mendekati harga $2.300 pada tahun 2014, serta juga mengantisipasi jika saja rata-rata pada tahun tersebut akan turun kembali hingga $1.750.

GHS mendaftar beberapa faktor yang mendukung kenaikan emas.

“Harga emas telah diantipasi dari berbagai gelombang inflasi moneter sejak tahun 2008, dan kami percaya bahwa kondisi moneter akan bertahan hingga beberapa waktu,” ujar pihak GHS. “Harga emas juga turut mengantisipasi fase non-moneter masa depan di mana inflasi harga konsumen meningkat jauh lebih tinggi daripada harga bank sentral semalam, sehingga menciptakan sumber lain yang memberi keuntungan harga karena daya tarik emas selama masa inflasi yang lebih tinggi.”

Naiknya harga emas sejak tahun 2003 telah perlahan-lahan terkikis karena adanya konsumsi perhiasan emas, dan bank sentral telah dijadikan sebagai sumber dukungan, kata GHS. “Bank-bank sentral global tampaknya akan mengambil keuntungan dari kegunaan emas sebagai mata uang, sesuatu yang lebih sulit dimanfaatkan oleh para konsumer perhiasan dalam rumah tangga, sehingga mengurangi kekhawatiran kita tentang rendahnya permintaan perhiasan akhir-akhir ini.”

Global Hunter Securities mengatakan risiko penurunan harga diperkirakan berasal terutama dari pasar ekuitas dan korelasi terbalik yang kuat antara harga saham global dan dolar AS.

“Jika saham menurun karena adanya kekhawatiran tentang hutang zona euro, konflik Timur Tengah, perkiraan melemahnya laba fiskal pada tahun 2013, maka harga saham kemungkinan akan menurun dan nilai dolar mungkin akan meningkat, menyaingi harga emas,” kata GHS. “Jika efek ini cukup parah, maka kami percaya bahwa harga emas bisa turun hingga sebesar 20%. Sebuah koreksi harga tidak akan mengubah harga emas jangka panjang. Kami percaya bahwa tren utama tetap lebih tinggi. Sebuah pemulihan ekonomi yang lebih kuat pada tahun 2014 bisa meningkatkan permintaan untuk ekuitas dan mengurangi permintaan untuk emas. Selain itu, langkah agresif oleh Jepang untuk melemahkan yen bisa meningkatnkan nilai USD lebih tinggi, sehingga menyaingi harga emas. “

GHS mengatakan Federal Reserve AS, melalui kebijakan moneternya dalam beberapa tahun terakhir, pada dasarnya telah menjadi “teman baik emas”. Tingkat suku bunga jangka pendek mendekati nol dan Fed telah melakukan program pembelian obligasi sebanyak tiga putaran, dimaksudkan untuk mendorong suku bunga jangka panjang dan dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif. Bank-bank sentral di negara-negara utama lainnya juga telah memperluas basis moneter mereka.

Terhadap latar belakang ini, dolar tetap menjadi mata uang yang dominan untuk permukiman internasional dan valuasi. Namun, greenback juga “semakin dianggap sebagai sesuatu yang kehilangan nilai dari waktu ke waktu, terutama sejak 2003,” kata GHS. “Situasi ini telah mendorong peningkatan minat emas sebagai pelindung nilai terhadap melemahnya USD.” GHS kemudian menambahkan bahwa emas “tampaknya mempunyai permintaan yang lebih besar dibandingkan mata uang lain.”

Sementara itu, GHS menyarankan Fed untuk menghindari deflasi yang bisa menjadi pendukung untuk emas kapan saja jika kebijakan tersebut ditarik kembali dan wabah inflasi terjadi.

“Jika inflasi moneter berhasil menekan deflasi sejak 2008 – sebagai Ketua Fed (Ben) Bernanke pasti menginginkannya – maka risiko inflasi pasca kebijakan ini bisa menawarkan kenaikan pada harga emas di tahun-tahun mendatang berkat kekuatan emas dalam konteks inflasi tinggi,” kata GHS. (pr, zou)

Share

Komentar

Leave a Reply