Harga Emas, Perak, Platinum, Palladium
     
Harga Emas Tertinggi Terendah Hari Ini

Harga Emas Antam Jatuh Lagi Rp2.000/Gram

JAKARTA – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ketiga pekan ini jatuh lagi Rp2.000 setelah kemarin anjlok Rp6.000 per gram. Koreksi ini seiring turunnya harga emas dunia.

Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Rabu (16/7/2014), harga jual emas Antam ukuran 1 gram dibanderol pada harga Rp531.000 per gram dari sebelumnya Rp533.000 per gram.

Sementara harga beli kembali (buyback) emas perseroan juga turun dengan nominal sama menjadi Rp476.000 per gram dari sebelumnya di harga Rp478.000 per gram.

Harga jual emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.022.000, dengan harga per gram Rp511.000. Adapun, harga emas 3 gram dipatok Rp1.515.000 dengan harga Rp505.000 per gram. Harga emas 4 gram senilai Rp2.008.000 dengan harga per gram Rp502.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.510.000 dengan harga per gram dihargai Rp502.000. Harga emas 10 gram dijual Rp4.970.000, dengan harga per gram Rp497.000.

Harga emas 25 gram Rp12.350.000 dengan harga per gram Rp494.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp24.650.000, dengan harga per gram Rp493.000.

Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp49.350.000, dengan harga per gram Rp494.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp123.000.000, dengan harga per gram Rp492.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp245.800.000, dengan harga per gram Rp491.600.

Harga emas global terkoreksi dan diperdagangkan di bawah USD1.300 per ons menyusul perkiraan akan dinaikkannya suku bunga seiring menguatnya dolar Amerika (USD), sehingga meredam permintaan terhadap alternatif investasi.

Logam mulia untuk pengiriman segera diperdagangkan pada USD1.296,90 per ons pada pukul 09.09 di Singapura dari sebelumnya USD1.294,05. Logam jatuh ke USD1.292,26, kemarin dan merupakan level terendah sejak 19 Juni 2014.

Gubernur Federal Reserve (The Fed) Janet Yellen mengatakan kepada anggota parlemen bahwa suku bunga acuan mungkin naik lebih cepat dari yang diharapkan pasar. Bahkan, dia menambahkan, pemulihan belum merata dan bank sentral harus menekan dengan stimulus untuk mengatasi pasar tenaga kerja.

Data menunjukkan produksi pabrik meningkat, di mana penjualan di pengecer naik pada bulan Juni. ini menunjukkan manufaktur di New York naik ke level tertinggi sejak April 2010.

“Data ekonomi positif dari AS telah membantu USD, dan itu pada gilirannya membebani emas. Sementara ketegangan geopolitik masih terjadi dan mendukung emas,” kata analis CITICS Futures Co Zhu Runyu seperti dilansir Bloomberg, Rabu (16/7/2014).

Emas di Comex di New York untuk pengiriman Agustus diperdagangkan pada harga USD1.297 per ons dari hari sebelumnya USD1.297,10. (dk)(sindonews.com)



Informasi dan Berita Lainnya:

Share

Komentar

Leave a Reply




%d bloggers like this: