Harga Emas, Perak, Platinum, Palladium
     
Harga Emas Tertinggi Terendah Hari Ini

Harga Emas Diperkirakan Naik Minggu Depan

Jika dilhat dari grafik teknis pasar harga emas diperkirakan akan naik hingga minggu depan.

Emas berjangka untuk bulan Desember naik pada hari Jumat, kemudian stabil di harga $1,395.8 per ounce di Comex division of the New York Mercantile Exchange, naik 1,8% pada pekan ini. Perak untuk bulan September naik pada hari Jumat, kemudian stabil di $23,738 per ounce, juga naik 1,8% pada pekan ini.

Berdasarkan Kitco News Gold Survey, dari 23 peserta yang ikut dalam survey, 15 orang memperkirakan harga naik, sementara 7 lainnya memperkirakan harga turun dan 1 orang lainnya memperkirakan harga bergerak stabil. Peserta yang berpartisipasi dalam survey tersebut adalah para pelaku pasar seperti; dealer bullion, bank investasi, pedagang berjangka, manajer uang dan teknis-chart analis.

Harga emas naik pada hari Jumat hingga mencapai harga $1,377-80 lebih rendah dari perkiraan pada bulan Juli. Ada kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga jangka panjang dapat memperlambat pertumbuhan penjualan rumah.

“Secara teknis pasar ini terlihat baik. Perak juga berpengaruh terhadap kenaikan harga,” kata Charles Nedoss, senior market strategist untuk Kingsview Financial.

Kenaikan harga emas bisa berlanjut hingga minggu depan, meskipun volumenya akan jadi lebih sedikit.

“Banyak hal yang perlu difokuskan pada bulan September, seperti laporan pekerjaan dan pertemuan Fed,” kata Afshin Nabavi, kepala perdagangan di trading house MKS (Swiss) SA.

Akan ada banyak perdebatan tentang status program pembelian obligasi Federal Reserve, yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif. Fokus kepada apa yang akan dilakukan Fed pada bulan September, apakah Fed akan meningkatkan jumlah obligasi pembelian atau tetap dengan dana bulanan sebesar $85 milyar.

“Spekulasi tentang kebijakan Fed dan peningkatannya akan terus menjadi pengaruh utama untuk pasar. Data penjualan rumah baru merupakan katalisator untuk pergerakan emas pada hari Jumat. Frank Lesh, broker and futures analyst untuk FuturePath Trading berpendapat bahwa pergerakan pasar minggu depan diperkirakan akan menjadi lebih tinggi dan dia mengharapkan tingkat ketahanan mencapai $1.426, $1.444, dan $1.468.

Fed memangkas pembelian obligasi sesegera mungkin pada bulan September setelah adanya kabar membaiknya data ekonomi Cina dan Eropa, bersama dengan data ekonomi AS yang umumnya stabil. Jika hal itu terjadi, maka harga emas bisa berada dalam tekanan, kata beberapa analis.

Bob Haberkorn, senior commodities broker, RJO Futures, mengatakan pergerakan Fed pada bulan September telah mengambil indeks saham tertinggi mereka dan membawa rekor baru dalam sejarah kekayaan AS dalam 10 tahun ini ke level tertinggi dalam dua tahun.

Pergerakan Fed akan menambah bobot ekuitas dan mengirim suku bunga yang lebih tinggi dan akan berpengaruh terhadap penurunan harga emas. Namun, ia mengatakan bahwa penjualan tidak akan berlangsung lama karena pembelian akan dilakukan dengan cara flight-to-safety. Bob menambahkan bahwa menurutnya Fed tidak akan mau menghapus stimulus secara teratur.

Pedagang akan mengawasi penjualan pada minggu depan untuk melihat apakah ada bukti baru bahwa kenaikan suku bunga jangka panjang di AS yang mempengaruhi harga rumah ketika indeks harga rumah Case-Shiller 20-city dirilis. (PR)



Informasi dan Berita Lainnya:

Share

Komentar

Leave a Reply




%d bloggers like this: