Harga Emas, Perak, Platinum, Palladium
     
Harga Emas Tertinggi Terendah Hari Ini

Harga Emas Merosot karena Inflasi China Naik

Harga emas turun pada hari Jumat setelah China melaporkan kenaikan  inflasi, yang kemungkinan akan mencegah kebijakan pelonggaran jangka pendek.

Emas untuk pengiriman Februari merosot $ 17,40 untuk menetap di  $ 1,660.60 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Harga emas diperdagangkan setinggi $ 1,676.90 dan serendah $ 1,653.10 per ounce, sementara harga spot kehilangan $ 15.30, berdasarkan  indeks emas Kitco.

“Orang-orang menangkap berita bahwa inflasi China sedikit lebih baik dari yang diharapkan, sedikit kesempatan untuk stimulus, tapi saya pikir emas akan terus mengkonsolidasikan sekitar pergerakan rata-rata 200 harian,” kata Phil Streible, komoditas senior di broker RJO Futures.

Harga perak untuk pengiriman Maret merosot  51 sen menjadi $ 30,41 per ounce, sedangkan indeks dolar AS kehilangan 0,33% menjadi $ 79,53.

Biro Nasional Statistik Cina melaporkan bahwa inflasi harga konsumen tahun-ke tahun pada bulan Desember meningkat menjadi 2,5% dari 2% pada bulan sebelumnya. Itu adalah titik inflasi tertinggi lebih dari setengah tahun ini.

Dengan tekanan inflasi berkembang di Cina, negara ini kecil kemungkinannya untuk mencetak lebih banyak uang untuk membantu merangsang ekonomi – sebuah langkah yang biasanya membuat logam kuning menjadi  aset menarik.

Di AS,  pada hari Jumat Biro Statistik Tenaga Kerja mengatakan harga impor dan ekspor jatuh pada bulan November.

Emas awalnya bergerak lebih tinggi trehadap berita, namun kesengsaraan China mempengaruhi suasana dengan cepat dan menjadikan emas  ke posisi terendah.

Komentar Bank Sentral Eropa Mario Draghi pada hari Kamis bahwa zona euro akan melihat aktivitas ekonomi secara bertahap pulih mendorong euro melewati $ 1,32 terhadap dolar AS, yang menawarkan lompatan untuk harga emas juga. Komentar Draghi itu tidak memberikan signal akhir akan kemungkinan upaya pelonggaran lebih lanjut pada tahun 2013, yang menyorot logam kuning.

Pada hari Jumat, euro melanjutkan penguatannya terhadap dolar hingga $ 1,3344, dari penutupan akhir hari sebelumnya di $ 1,3269. Kelemahan dolar gagal membayangi laporan inflasi China.

“Saya kira segera setelah mata uang euro terus naik dan Anda melihat kelemahan dolar, trader akan kembali ke emas dan saya pikir harga emas akan bergerak kembali,” kata Streible. (tr)

Share

Komentar

Leave a Reply