Harga Emas, Perak, Platinum, Palladium
     
Harga Emas Tertinggi Terendah Hari Ini

Harga Emas Naik Karena Ketegangan Meningkat di Ukraina

Emas naik di atas $1.290 per ounce pada Senin karena ketegangan yang meningkat di Ukraina dan juga dipengaruhi oleh melemahnya dolar AS, tetapi berkurangnya investasi justru memperkuat pertumbuhan ekonomi AS dan mendatangkan untung.

Pemberontak pro-Rusia menyatakan kemenangan telak dalam referendum pada hari Minggu di Ukraina daerah Donetsk dan Luhansk. Pihak berwenang Ukraina menganggapnya sebagai lelucon, dan Uni Eropa mengkritik referendum  tersebut.

Sebuah stand- off antara Rusia dan Ukraina Barat telah membantu mengangkat harga emas dari posisi terendah 2-1/2 bulan April, tetapi logam telah berjuang untuk tetap mendapatan keuntungan di atas $1.300 per ounce.

Spot emas naik 0,4 persen pada $1,294.16 per ounce pada 0952 GMT, sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Juni naik $6,80 per ounce pada $1,294.40.

“Kami telah bertahan di sekitar $1.300 per ounce untuk satu setengah bulan terakhir, dan emas membutuhkan sesuatu yang lebih untuk bisa meningkat,” kata Mitsui Precious Metals analyst, David Jollie.

“Isu geopolitik kemungkinan akan menjadi penggerak utama. Sebuah perubahan sikap AS dan Eropa terhadap sanksi di Rusia bisa menaikkan bunga emas, karena kemungkinan akan ada lebih banyak masalah di Ukraina timur,” katanya.

Harga logam tersebut telah ditahan dalam kisaran yang sempit selama tiga sesi terakhir, dengan pergerakan 100 hari rata-rata di $1.288 per ounce.

Emas mendapatkan keuntungan dengan melemahnya dolar, karena pada Senin unit AS menyerahkan sedikit keuntungannya yang didapat pada pekan lalu terhadap euro setelah Bank Sentral Eropa menunjukkan kenyamanan terhadap pelonggaran kebijakan moneter pada bulan Juni.

Keadaan ini masih di bawah tekanan, namun, dari ekspektasi bahwa prospek yang lebih baik untuk ekonomi AS akan mendorong Federal Reserve untuk terus meneliti kembali langkah-langkah stimulus moneter yang mendukung emas itu setelah terjadinya krisis keuangan.

“Kesaksian Ketua Kongres Fed (Janet) Yellen pada hari Rabu menimbulkan banyak spekulasi bahwa AS akan terus memangkas langkah-langkah stimulus moneter tahun ini – emas diduga akan dijual,” kata analis Mitsubishi Jonathan Butler dalam sebuah catatan pada hari Senin.

 

BERKURANGNYA PEMBELIAN EMAS

Sementara itu, pembelian yang berkurang di pasar fisik ini juga merugikan sentimen terhadap emas.
Pembeli nomor satu, China, premi lokal atas patokan global naik menjadi sekitar $3 per ounce setelah diperdagangkan dengan harga diskon pada dua bulan terakhir karena permintaan yang lemah.

Tapi masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan premi $20 lebih yang terjadi di awal tahun.
“Melemahnya permintaan China untuk logam fisik dikonfirmasi lagi oleh tokoh-tokoh berpengaruh (pekan lalu), terutama permintaan investasi: menurut China Gold Association permintaan untuk emas batangan turun sebesar 44 persen pada kuartal pertama dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” menurut rumah logam mulia Swiss, Heraeus, dalam sebuah catatan.

Di antara logam mulia lainnya, perak naik 1,9 persen pada $19,47 per ounce, spot platinum naik 0,7 persen pada $1,431.75 per ounce dan spot paladium naik 0,8 persen pada $803,70 per ounce.
Penambang Platinum, Lonmin, mengatakan pada hari Senin bahwa restrukturisasi dan pengurangan pekerjaan tak terelakkan karena membukukan penurunan tajam dalam pendapatan selama enam bulan, karena terjadinya penghentian tenaga kerja terpanjang dan termahal di Afrika Selatan.

Kerugian yang dialami oleh negara produsen platinum tingkat atas dunia ini adalah pemotongan produksi global sebanyak 40 persen dan penghentian operasi di tambang Lonmin dan pabrik pengolahan. (Pr & Zou)



Informasi dan Berita Lainnya:

Share

Komentar

Leave a Reply




%d bloggers like this: