Harga Emas, Perak, Platinum, Palladium
     
Harga Emas Tertinggi Terendah Hari Ini

Harga Emas Turun Untuk Hari Ketiga karena Ketegangan Suriah Berkurang

Emas turun karena prospek serangan terhadap Suriah surut, dan atas taruhan bahwa Federal Reserve AS akan mulai mengurangi stimulus karena keadaan ekonomi membaik. Perak menghentikan penurunan tiga hari berturut-turutnya efek dari manufaktur di China yang melanjutkan ekspansinya.

Spot emas turun sebanyak 1,6 persen menjadi $1,373.38 per ounce, jatuh untuk hari ketiga ke level terendah sejak 23 Agustus. Emas diperdagangkan di $1,393.04 ; 03:30 waktu Singapura. Harga telah turun sejak mencapai nilai tertingginya selama tiga bulan dari $1,433.83 pada 28 Agustus akibat membaiknya data yang mendukung Fed untuk mulai mengurangi dana talangan $85 juta dalam pembelian aset bulanan bulan ini.

Sementara krisis Suriah membantu emas membukukan kenaikan bulanan kedua di bulan Agustus pada meningkatnya permintaan safe haven, harga justru turun 17 persen tahun ini. Presiden AS Barack Obama mengatakan pada 31 Agustus bahwa ia akan meminta persetujuan dari Kongres sebelum melancarkan serangan militer terhadap Suriah atas dugaan penggunaan senjata kimia terhadap warga sipil. Perdana Menteri Inggris David Cameron kalah dalam pemungutan suara parlemen pada aksi militer pekan lalu.

“Akibat masalah Suriah mereda, penarikan stimulus di AS tetap menjadi perhatian utama dalam benak investor, dan itu akan membebani emas,” kata Sun Yonggang, analis ekonomi makro berbasis di Shanghai Everbright Futures Co.

Data minggu ini mungkin akan menunjukkan bahwa pengusaha AS menambahkan lebih banyak pekerja pada bulan Agustus setelah sebuah laporan pekan lalu mengatakan bahwa perekonomian AS tumbuh lebih cepat dari perkiraan analis pada kuartal kedua, mencapai 2,5 persen, naik dari perkiraan awal yaitu sebesar 1,7 persen.

Posisi Net-Long

Emas untuk pengiriman Desember turun sebanyak 1,6 persen menjadi $1,373.60 per ounce di Comex di New York, level terendah sejak 23 Agustus, dan diperdagangkan di $1,392.90. Pengelola dana atau money manager mendorong posisi net-long mereka sebesar 34 persen menjadi 97.902 untuk saham berjangka dan opsi per 27 Agustus, karena kepemilikan kontrak jangka pendek anjlok 37 persen,berdasarkan data US Commodity Futures Trading Commission .

Perak rally sebanyak 3,7 persen menjadi $24,3822 per ounce, dan berada di $24,1335, naik sejalan dengan logam industri lainnya termasuk tembaga dan timah. Harga turun sebanyak 1,9 persen menjadi $23,088 sebelumnya, level terendah sejak 23 Agustus.

Indeks Purchasing Managers Cina berada di 51, menurut  National Bureau of Statistics and China Federation of Logistics and Purchasing kemarin. Yang dibandingkan dengan estimasi 50,6 dari 31 analis dalam survei Bloomberg dan level 50,3 pada bulan Juli. Cina adalah konsumen terbesar kedua logam yang digunakan untuk panel surya, elektronik dan perhiasan.

“Nasib perak lebih baik daripada emas karena ekonomi Cina menunjukkan tanda-tanda pemulihan,” kata Everbright Sun. “Keuntungan di logam lainnya dapat membatasi penurunan emas,” katanya.

Kenaikan Platinum

Platinum naik 0,5 persen menjadi $1,529.55 per ounce, membalikkan keadaan sebelumnya yang turun sebanyak 0,7 persen. Paladium naik 0,9 persen menjadi $728,75 per ounce.

Anglo American Platinum Ltd. akan memecat sekitar 3.300 pekerja, dan 3.600 akan didistribusikan atau dengan sukarela berhenti, produsen terbesar ini mengurangi staf pekerja untuk menghidupkan kembali pendapatan, menurut perusahaan yang berbasis di Johannesburg pada 30 Agustus lalu. Mark Cutifani, kepala eksekutif induk Anglo American Plc, mengatakan bahwa ia akan menutup atau menjual lebih banyak tambang jika keuntungan tidak meningkatkan tahun depan.

South Africa’s National Union of Mineworkers, yang mewakili sekitar 64 persen dari penambang emas di negeri ini, akan mulai mogok kerja dari 3 September, menurut Chamber of Mines dalam sebuah pernyataan pada 30 Agustus. Afrika Selatan adalah produsen terbesar kelima di dunia, menurut U.S. Geological Survey(zou)

Share

Komentar

Leave a Reply