Harga Emas, Perak, Platinum, Palladium
     
Harga Emas Tertinggi Terendah Hari Ini

Harga Perak Turun ke Harga Terendah Dalam Enam Tahun; Pasar Terlihat Kacau – Analis

Para analis dan trader menggambarkan pergerakan harga perak pada Rabu pagi dengan “mengerikan,” karena pasar mencapai posisi terendah dalam enam tahun terakhir.

Aksi jual untuk perak meningkat pada Rabu pagi dengan perak berjangka September turun di bawah $14 per ounce, mencapai harga rendah untuk intra-day pada $13,910 per ounce.

Perak adalah komoditas dengan performa terburuk di antara seluruh logam kompleks, turun lebih dari 3,7% pada hari itu, dibandingkan dengan penurunan 1,4% untuk emas, penurunan 2,7% untuk tembaga dan platinum, yang naik 0,4% pada hari itu .

Perak berjangka September terakhir diperdagangkan di $14,070, turun 54 sen pada hari itu.

“Grafik benar-benar jelek. Sementara harga tidak bergerak di garis lurus, saya tidak berpikir kita sudah melihat akhir dari penurunan harga perak,” kata Chris Beauchamp, ahli strategi pasar senior di IG Markets.

Jim Wyckoff, analis teknikal senior di Kitco.com, setuju bahwa harga perak bisa terus menurun karena pasar telah mengalami beberapa “kerusakan grafik serius.” Wyckoff menambahkan bahwa target support berikutnya untuk perak adalah sekitar $13 per ounce.

Meskipun perak memiliki kualitas logam mulia, analis mengatakan bahwa penggunaannya sebagai logam industri sangat berpengaruh pada harganya.

“Aluminium, tembaga dan minyak telah jatuh ke posisi terendah dalam enam tahun, sehingga pergerakan ini dalam perak tidak mengherankan,” kata Wyckoff. “Selama tembaga dan minyak terus naik, perak akan tetap lemah.”

Data ekonomi AS yang positif bahkan tidak membantu perak atau harga komoditas secara umum. Sebelumnya Rabu pagi, Departemen Perdagangan AS melaporkan kenaikan mengejutkan dalam data durable goods bulan Juli. Laporan itu mengatakan bahwa barang-barang manufaktur meningkat sebesar 2%, bulan lalu mengalahkan ekspektasi penurunan 0,4%.

Phillip Streible, ahli strategi pasar senior di RJOFutures, menjelaskan bahwa meskipun data AS positif, fokus sekarang adalah pada ekonomi lemah China.

“saya pikir ada kekhawatiran bahwa dengan perlambatan ekonomi China, permintaan komoditas mentah seperti perak dan tembaga akan lebih lambat ke depan,” katanya.

Beauchamp sepakat bahwa China memainkan peran utama dalam slide perak. Namun, ia menambahkan bahwa dolar AS yang kuat juga berdampak terhadap harga komoditas.

“Data menunjukkan bahwa ekonomi AS adalah salah satu investor yang dapat diandalkan, itulah mengapa Anda melihat pasar ekuitas dan dolar AS lebih tinggi hari ini, dan membuat komoditas turun,” katanya.

Wyckoff menjelaskan bahwa jika ekuitas mulai aksi jual lagi dan sentimen ketakutan mulai merayap kembali ke pasar, emas harus mulai rally dan hal tersebut akan meningkatkan pasar perak. (Zou&Pr)



Informasi dan Berita Lainnya:

Share

Komentar

Leave a Reply




%d bloggers like this: