Harga Emas, Perak, Platinum, Palladium
     
Harga Emas Tertinggi Terendah Hari Ini

Keprihatinan S&P Terhadap Kemungkinan adanya Gelembung di Market Komoditi dan Perlambatan Ekonomi Cina

New York– Kehadiran signifikan Cina dalam pasar komoditi meningkatkan gelembung momok yang tidak berkelanjutan dan perlambatan dalam perkembangan negara dapat menyebabkan tekanan di sektor ini, berdasarkan laporan dari tandard & Poor’s Rating Services yang dirilis pada hari Kamis.

China merupakan salah satu konsumen utama dari range komoditas yang luas, berdasarkan dari analis Scott Sprinzen dalam sebuah laporannya “The Potential Risk Of China’s Large and Growing Presence in Commodities Markets.” Laporan tersebut di publikasikan dalam S&P’s RatingsDirect.

“Di antara negara-negara berkembang, kami percaya Cina -memberikan ukuran kontribusi  ekonomi dan dengan kemiringan yang curam akan lintasan pertumbuhannya – memiliki peran yang jauh lebih penting dalam mendorong apresiasi harga komoditas dari negara lain,” ujar Sprinzen.

Laporan mengatakan bahwa harga komoditas berada pada atau dekat dengan level rekor awal tahun ini dan harga telah surut sedikit.  Oleh karena itu, “Standard & Poor’s secara alami prihatin bahwa situasi saat ini merupakan gelembung yang tidak berkelanjutan, dikenakan koreksi mendadak.”

S&P mengatakan bahwa gelembung market tidak dapat dihindari mencuat. “Dan jika kondisi market sekarang di komoditas benar merepresentasikan gelembung, deklarasi signifikan atau penurunan di Cina dan ekonomi yang lainnya akhirnya dapat menyebabkan perpecahan,” pernyataan laporan.

“Benar adanya, penurunan harga sederhana selama dua bulan terakhir sebagian disebabkan ekspektasi pasar akan pertumbuhan lebih lambat di Cina,” kata Sprinzen.

Standard & Poor mengharapkan bahwa Cina akan tetap tumbuh tinggi di suku bunga di beberapa tahun ke depan, jika tidak setinggi yang sebelumnya.

“Kita juga menyadari bahwa pertumbuhan Cina bisa melambat secara nyata di beberapa titik,” Sprinzen mengatakan. “Kita percaya bahwa deklarasi ekonomi yang tiba-tiba dan hebat di Cina dapat menyebabkan stress pada market komoditas , memaksa harga untuk turun dan membuat perusahaan masih mempunyai cadangan yang banyak dan kapasitas produksi yang dimana ekonomi yang lebih berkembang saja tidak dapat menangani.”

Share

Komentar

Leave a Reply