Harga Emas, Perak, Platinum, Palladium
     
Harga Emas Tertinggi Terendah Hari Ini

OUTLOOK METAL: Kemungkinan Emas akan Rebound Minggu Depan, Namun Kekhawatiran Masih Terus Ada

Harga emas akan rebound minggu depan sebagaimana penawar membeli metal di harga yang tidak bisa dipastikan sejak Agustus, tetapi tidak semua orang yakin bahwa emas akan rebound setelah penurunan drastis minggu ini.

Beberapa analis teknikal chart mengatakan bahwa emas masih akan melemah. Beberapa orang yang melihat lemahnya harga emas juga meragukan pemimpin global akan melakukan suatu tindakan untuk men-stabilkan harga emas lagi.

Kekalahan global di semua market mengindikasikan bahwa harga metal berharga masih akan terus turun. Sell pada minggu ini dimulai ketika Federal Reserve berusaha untuk meratakan hasil kurva dengan menjual utang jangka pendek dan membeli sekuritas jangka panjang. Meskipun langkah tersebut diharapkan, pernyataan Fed “resiko signifikan” untuk ekonomi AS mengguncang kepercayaan investor. Dikombinasikan dengan pembacaan manufaktur negatif dari China dan masalah terus-menerus di Eropa mengenai kemungkinan standar Yunani, investor mulai menjual tanpa diskriminasi. Hanya U. S. Treasurys dan dolar yang naik.

Kontrak emas yang paling aktif pada bulan Desember di Comex division of the New York Mercantile Exchange bertahan di $1,639.80 per ounce, turun 9.6% mingguan. Silver pada bulan Desember bertahan di $30.101 per ounce, turun 26% mingguan

Di Kitco News Gold Survey, dari 34 responden, 23 merespon minggu ini. Dari 23 responden tersebut, 12 melihat harga akan naik, dan 10 lainnya melihat harga akan turun, dan satu melihat harga tetap dan tidak berubah. Responden tersebut termasuk dealers, investor bank, trader dan analis chart teknikal.

Kuncinya adalah untuk mengamati gerak emas dalam beberapa minggu kedepan untuk menentukan arahnya.

“Melihat kedepannya, sangat menarik jika melihat harga emas – banyak investor yang membeli begitu ada kesempatan (khususnya trader India) dan penurunan yang terjadi menciptakan kesempatan untuk terlibat lebih dalam dengan emas. Dilain pihak, votaliti tersebut sangat merusak keyakinan investor. Sekarang yang bisa dilihat hanyalah arah mana yang akan menang dari keduanya,” kata Ross Norman, chief executive officer Sharps Pixley.

Norman mengatakan dari emas 2011 tidak akan bertahan di harga terendahnya, “dengan menunjukkan bahwa harga sempat menguat sekali,” sekarang investor harus menunggu dan melihat apa yang akan terjadi jika harga nantinya akan naik. Dia merasa bahwa harga terendah sudah ditetapkan.

Charles Nedoss, strategis market senio Olympus Futures, mengatakan bahwa kemungkinan emas akan “naik,” namun dia mengatakan bahwa dengan hanya melihat pergerakan emas pada hari Jumat kemarin, akan tetap menurun sebagaimana dolar yang akan terus naik, bukanlah tanda positif untuk kenaikan harga.

Dia mengatakan bahwa faktanya Fed tidak terlibat dalam quantitatif putaran lain merupakan tanda yang buruk bagi emas. Dia juga mengatakan bahwa ekuiti juga membaik dari yang dia perkirakan, dengan index S&P 500 diatas 1100 mungkin menjadi tanda bahwa investor akan tetap mempertahankan posisi mereka.

Brown Brothers Harriman mengatakan hanya beberapa pemerintah Eropa yang telah meratifikasi pelaksanaan EFSF. “Bagi kami, hal itu menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan Eropa tidak mungkin untuk mengambil tindakan tegas untuk memilih pelaksanaan dan peningkatan potensi EFSF, yang menyiratkan potensi downside lebih lanjut,” tambah mereka.

Hal itu menyebabkan menurunnya euro dan naiknya dolar. Kekuatan dolar terhadap mata uang host membebani semua komoditas, termasuk emas, karena komoditas merupakan dollar-denominated.

Menurunnya komoditas, khususnya pada komoditas industri seperti minyak mentah, tembaga, perak dan platinum mencerminkan menurunnya pertumbuhan ekonomi global, kata pengamat market. Jika inilah yang menjadi masalah, yang mana adalah anti inflasi, akan memberikan satu alasan bagi investor untuk tidak buy emas short-term.

Kurangnya aksi tidak hanya terjadi di Eropa. Analis dari Credit Agricole-CIB mengatakan pemecah belahan pemerintahan AS merupakan masalah lain. “Di waktu yang bersamaan dengan G20 menjanjikan hal yang besar, kongres AS menggambarkan jenis pola pikir pendek, voting ke tagihan belanja dengan alasan partisan, yang memiliki market yang mencemaskan tentang kemampuan AS untuk side-step resesi. Jika kebijakan tidak bisa bekerja sama dalam tahan nasional, bisakah kita berharap untuk bisa berkoordinasi dalam skala internasional dalam G20,” kata mereka.

“Untuk beberapa minggu kedepan, bagaimanapun juga, kami memprediksikan untuk harga akan tetap turun dan akhirnya mencapai $1,580-$1,650,” kata Tom Pawlicki, analyst at MFGlobal, menambahkan level tersebut dari 62% retracement dari bulan Juli-Agustus dan dari Mei minggu kedua.

Jim Wyckoff, analis teknikal Kitco News, mengatakan teknikal chart untuk short-term berbalik menurun meskipun chart long-term tetap naik. Dia mengatakan angka $1,705.40 merupakan signifikan. Emas terlihat di level $1,600.

Untuk perak, Olympus Futures’ Nedoss mengatakan bahwa market “telah jatuh”, khususnya setelah turun hingga 200-day moving average sekitar $36.07. Perak merupakan yang paling buruk diantara semua metal berharga sebagaimana industri dan investor khawatir akan penurunannya.

Wyckoff mengatakan kerusakan teknikal jarak pendek yang “sangat serius” terjadi pada perdagangan perak. Perak pada bulan Desember akan menyentuh $33 dan bertahan di $30.

Share

Komentar

Leave a Reply