Harga Emas, Perak, Platinum, Palladium
     
Harga Emas Tertinggi Terendah Hari Ini

Penurunan Silver di Hari Ke-5, Ditetapkan Sebagai Minggu Terburuk Sejak 1983

NEW YORK, 5 Mei (Reuters)- Silver mengalami kemerosotan hingga 7% pada hari Kamis, hal ini merupakan kerugian terbesar sejak tahun 1983 dan juga menyeret nilai komoditi emas turun hingga 2%, sebagaimana kepanikan penjualan juga ikut dipercepat di seluruh sektor komoditi.

Silver hingga saat ini telah mengalami penurunan hingga lebih dari 20%, hal ini merupakan ciri umum dari sebuah bear market, karena sempat melonjak hingga hampir menyentuh angka $50 pada Kamis lalu.

Silver mengalami penurunan tajam pada hari kelima ini, hal ini kemudian memicu nilai minyak mentah dan nilai komoditi lainnya untuk turun dengan tajam pula.

Reuters/Jefferies CRB index .CRB telah menetapkan bahwa minggu ini merupakan minggu  dengan penurunan/kejatuhan terbesar sejak akhir 2008 lalu.

Para spekulan di pasar silver di tekan untuk melikuidasi posisi mereka sejak CME Group menaikkan margin sebanyak 5 kali dalam waktu kurang dari 2 minggu ini,  kenaikkan sebanyak 84% dalam trading cost  telah memicu sell-off yang dimana hal ini belum pernah terjadi sebelumnya. Faktor lainnya yang juga berkontribusi menekan pasar adalah sinyal bahwa Bank Sentral Eropa sepertinya tidak akan menaikkan suku bunganya pada bulan depan, yang memicu kejatuhan terbesar anatar euro vs dollar sejak November lalu.

Seperti yang telah dikatakan oleh Dennis Gartman, penerbit Gartman Letter “ Sepertinya akan membutuhkan waktu yang cukup lama sebelum silver menemukan titik dasar atau titik terendahnya sebelum kemudian ia kembali naik lagi,”.  “Ketika kamu mengalami kerugian semacam ini, akan membutuhkan waktu beberapa minggu atau mungkin beberapa bulan bulan untuk orang-orang dapat kembali, dan untuk memulihkan sebuah kepercayaan diri untuk kembali dibangun” tambah Gartman. “Ini bukanlah akhir maupun penutup dari putaran pasar komoditi”

 

Share

Komentar

Leave a Reply