Harga Emas, Perak, Platinum, Palladium
     
Harga Emas Tertinggi Terendah Hari Ini

Soros: Emas Sudah Tidak Menjadi Safe Haven Lagi, Namun Tetap Mengharapkan Dukungan Dari Bank Sentral

Institusional investor, George Soros, mengatakan emas sudah tidak menjadi aset safe haven lagi, namun masih tetap mengharapkan dukungan bank sentral untuk terus membeli emas agar harga stabil, South China Morning Post melaporkan.

“Emas sudah tidak menjadi safe haven lagi, karena terbukti tidak aman. Karena munculnya kekecewaan, kebanyakan orang mengurangi kepemilikan emas mereka,” kata Soros.

“Tapi bank sentral akan terus membeli emas, jadi saya tidak berharap emas akan turun. Jadi emas sangat fluktuatif untuk tren harian, dan tidak ada tren untuk jangka panjang.”

Soros, yang menyebut emas sebagai “gelembung utama” pada tahun 2011, memangkas posisinya di bursa emas terbesar dunia, SPDR Gold Trust, lebih dari setengah sampai 600.000 saham pada kuartal keempat 2012 dari 1,32 juta pada kuartal ketiga.

Harga spot emas jatuh hampir 6 persen pada tahun 2013, setelah rally 12 tahun, karena investor mencari investasi yang lebih baik termasuk ekuitas. Berbeda dengan emas, indeks saham S&P 500 naik hampir 9 persen tahun ini.

Pada hari Senin, emas mencapai $1.578 per ounce, naik setelah mencapai harga low terendah selama 10 bulan pada $1,539.74 pekan lalu.

Soros mengatakan emas telah “mengecewakan publik, karena emas dimaksudkan untuk menjadi safe haven utama.”

“Tapi ketika euro mendekati kolaps tahun lalu, sebenarnya emas juga turun, karena jika orang ingin menjual sesuatu, maka mereka akan menjual emas… Jadi emas turun bersama dengan yang lainnya,” katanya seperti dikutip oleh koran. (zou)

Share

Komentar

Leave a Reply