Harga Emas, Perak, Platinum, Palladium
     
Harga Emas Tertinggi Terendah Hari Ini

Suriah, Fed Akan Mempengaruhi Emas Minggu Depan

Dua faktor yang akan mempengaruhi pasar emas minggu depan : perdebatan tentang apa yang mungkin dilakukan Federal Reserve dengan program pembelian obligasi nya dan perdebatan Kongres mengenai kemungkinan serangan militer pada Suriah.

Emas berjangka untuk Desember naik pada hari Jumat, menetap di $1,386.50 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange, namun turun 0,69% pada minggu ini. Perak Desember naik pada hari Jumat, menetap di $23,891 per ounce, naik 1,6% pada pekan ini.

Dalam Survei Emas oleh Kitco, dari 36 peserta, 20 peserta sudah menanggapi minggu ini. Dari 20 peserta tersebut, 13 meprediksikan harga akan naik, sementara enam peserta memprediksikan harga turun dan satu peserta netral. Peserta pasar meliputi dealer bullion, bank, trader berjangka , pengelola keuangan dan para analis teknis.

Emas memulai perdagangan sesi Amerika Utara hari Jumat dengan harga lebih lemah , namun berbalik arah setelah dirilisnya data US nonfarm payrolls yang lebih rendah dari perkiraan. Biro Statistik Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa telah terdapat 169.000 pekerjaan pada bulan Agustus dan tingkat pengangguran turun satu basis poin menjadi 7,3%. Angka tersebut di bawah perkiraan yaitu 170.000 hingga 180.000, namun penurunan tingkat pengangguran dikarenakan alasan yang tidak tepat, orang-orang meninggalkan pekerjaan mereka dan tidak mencari pekerjaan baru, kata para analis. Tingkat partisipasi angkatan kerja turun menjadi 63,2%, level terendah sejak musim panas 1978. Selain itu, Departemen Tenaga Kerja menurunkan angka pekerjaan untuk Juli dan Juni.

Emas rally sekitar $10 sampai $15 segera setelah data dirilis, dibantu oleh penurunan pendapatan US dan dolar AS. Afshin Nabavi, kepala perdagangan di MKS (Swiss), mengatakan bahwa data tersebut” memberikan beberapa tekanan (jual)” pada logam mulia dan sekarang banyak trader emas mengira bahwa Federal Reserve mungkin tidak akan melangsungkan program pembelian obligasinya, yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif.

Robin Bhar , kepala penelitian logam di Societe Generale mengatakan ,sebelum laporan data pekerjaan dirilis, bahwa ia yakin emas akan turun karena membaiknya data ekonomi AS, tapi ia memperbaharui pendapatnya di laporan yang baru bahwa pandangannya tentang emas untuk jangka pendek berubah.

Harga emas kemungkinan naik minggu depan karena pelaku pasar mempertimbangkan kembali pandangan mereka tentang Fed, dan Bhar mencatat ada beberapa faktor lain yang mendukung emas , termasuk permintaan fisik yang layak di Asia dan kemungkinan pembelian yang lebih banyak di India menjelang liburan di sana.

Pasar emas memiliki satu setengah minggu untuk memikirkan apa yang mungkin dilakukan The Fed, seperti pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal 17-18 September, dan adanya perdebatan tentang apakah cukup atau tidak salah satu bagian dari data ini mampu untuk mengubah alasan Fed untuk memotong program pelonggaran kuantitatif.

Analis yang tidak berpendapat pada pengurangan pelonggaran kuantitatif menunjuk mandat Fed untuk tetap menjaga tingkat pengangguran pada tingkat rendah. Dengan laporan pekerjaan bulan Agustus yang rendah dan revisi bulan sebelumnya, cukup sebagai alasan Fed untuk perlu terus membeli obligasi dan menjaga kebijakan moneter ultra-longgar, yang mana mendukung emas.

Ada banyak orang yang percaya bahwa Fed akan bertindak prematur jika memutuskan untuk mengumumkan pengurangan pada pertemuan berikutnya, kata Phil Flynn, analis pasar senior di Price Futures Group, dan bukan hanya di AS.

“Sementara kebanyakan orang berpikir bahwa Suriah akan menjadi masalah terbesar dari G-20 untuk perdagangan berjangka (pasar), dampak pengurangan untuk pasar negara berkembang benar-benar merupakan masalah besar …. Rusia tidak hanya memberikan sinyal ke AS untuk tidak menyerang Suriah, tetapi juga berhati-hati dengan pengurangan tersebut,” katanya.

Sedangkan lainnya tidak setuju bahwa laporan pekerjaan mengubah semua program Fed.

“nonfarm payrolls (data pekerjaan) hanya satu data laporan saja. Kami memiliki satu set laporan ekonomi AS yang lebih kuat: kuartal kedua GDP, ISM dan laporan ISM non-manufaktur, misalnya,” kata Bhar.

Bhar menjelaskan sementara ia memperkirakan harga bisa naik minggu depan, dia akan memperlakukan setiap ‘rally’ yang terjadi seperti peluang menjual untuk jangka menengah.

Sementara beberapa pelaku pasar emas mungkin memikirkan kembali apa tindakan Fed yang mungkin akan diambil pada pertemuan FOMC berdasarkan laporan pekerjaan, akhirnya, Bhar mengatakan, Fed masih berada di jalan pengurangan karena ada hal lain, data yang lebih kuat. Bahkan jika Fed menunda untuk mengumumkan pengurangan tersebut dalam pertemuan dua minggu mendatang, mungkin akan diumumkan di kemudian hari dan itu artinya bearish untuk emas jangka panjang, ia menambahkan.

Faktor lain yang mempengaruhi emas adalah potensi serangan militer oleh AS terhadap Suriah, karena adanya laporan bahwa pemerintah Suriah diduga menggunakan senjata kimia terhadap warga negaranya. Pedagang emas mengikuti perkembangan konflik Suriah, namun sejauh ini potensi perang tersebut tidak terlalu berdampak banyak bagi pasar. Beberapa analis mengatakan konflik tersebut kemungkinan akan menambah support untuk harga.

Pada hari Jumat, Presiden Rusia, Putin, mengatakan Rusia akan “membantu” Suriah jika Suriah diserang, yang mana ketegangan akan terus berlanjut. Kongres akan kembali dari liburan musim panas minggu depan dan kemungkinan akan mengambil suara apakah akan melakukan serangan militer atau tidak. Obama mengatakan ia akan berbicara pada Selasa mengapa ia memilih aksi militer terhadap Suriah.

“Suriah menjaga beberapa support untuk pasar, menjaga kita dari kehancuran, meskipun pasar saat ini terasa berat. Anda tidak dapat memprediksi apa yang akan terjadi di sana, jadi untuk sekarang hal tersebut memberikan kami waktu,” kata salah satu pedagang emas di Kanada. (zou)

Share

Komentar

Leave a Reply