Harga Emas, Perak, Platinum, Palladium
     
Harga Emas Tertinggi Terendah Hari Ini

Waspada terhadap Penurunan Emas

Dikarenakan minat investor terhadap emas jatuh ditengah suasana perdagangan yang beresiko,  salah satu pakar mengatakan bahwa  penurunan harga pasar sebaiknya diwaspadai yaitu  tentang taruhannya untuk melawan logam mulia disaat permintaan untuk emas Bank sentral tetap kuat.

“Ketika Anda melihat bank sentral memperoleh emas, Anda dapat mengambil hal serupa seperti ini: Anda tidak bertarung di pasar saham ketika Fed (Federal Reserve AS) sedang melakukan pelonggaran kuantitatif, sehingga Anda tidak ingin melawan bank sentral saat mereka membeli emas, karena mereka memiliki modal yang besar, “kata Philip Silverman, managing director Kingsview Manajemen di New York diberitakan kepada CNBC pada hari Kamis.

World Gold Council mengatakan bulan lalu bahwa bank sentra mengakumulasi lebih banyak emas tahun lalu daripada yang mereka miliki setiap tahunnya  di hampir setengah abad ini karena mereka mendiversifikasi cadangan mereka.

Bank sentral  Korea Selatan mengatakan pada Rabu bahwa mereka telah  menghabiskan $ 1030000000 bulan lalu untuk menambahkan 20 metrik ton emas sebagai  kepemilikannya. Hal ini merupakan pembelian emas kelima yang dilakukan oleh Bank Korea dalam waktu kurang dari dua tahun.

Harga emas turun 12 persen dari puncaknya pada bulan Oktober menjadi sekitar $ 1.583 per ounce. Penurunan yang terjadi bertepatan dengan lonjakan di pasar saham global di tengah tumbuhnya kepercayaan bahwa ekonomi dunia telah berbelok  dan akan tetap didukung oleh kebijakan moneter yang sangat  mudah akan datang dari bank-bank sentral utama.

Pergerakan rendah dalam harga emas telah mendorong investor untuk menyelamatkan emas exchange-traded funds (ETF), yangmana  mengakumulasi  emas fisik dan kemudian mengeluarkan saham. Dan para analis mengatakan bahwa  emas berbasis ETF diatur untuk merekam nilai bulanan terlemah mereka pada catatannya karena jatuhnya harga emas baru-baru ini membingungkan investor.

Silverman mengatakan bahwa aksi jual emas ETF merupakan respon terhadap jatuhnya harga emas spot.

“Berdasarkan perkembangan ETFs, banyak perdagangan emas yang gagal karena di-hedge dalam kondisi di mana ekuitas yang dibutuhkan sangat tinggi. Pada saat yang sama banyak penasihat perdagangan komoditas yang tidak bermain di emas dan tidak bertahan lama,” katanya.

“Penjualan ini tidak hanya sebuah reaksi terhadap apa yang terjadi dengan emas sekarang. Jika Anda perhitungkan untuk jangka panjang, ini adalah saat yang tepat untuk menambah emas..”

Jonathan Barratt, founder of the commodities newsletter Barratt’s Bulletin di Sydney mengatakan kemungkinannya kecil untuk mengimbangi hasil jangka pendek di perdagangan emas dengan adanya pembelian oleh bank sentral.

” Saya tidak berpikir pembelian bank sentral akan benar-benar bisa menahan hasil itu,” katanya, menambahkan bahwa tren untuk emas adalah netral hingga mengalami penurunan.

“Ada banyak hal yang telah berubah dalam satu bulan terakhir, yaitu bagaimana semua orang memperkirakan di mana posisi kita akan berada dalam jangka waktu enam bulan. Dan pembelian emas pakan dirasa tidak cocok,” Tambahnya.

Paul Krake, founder of consultancy View from the Peak: Strategi Makro yang dikatakan oleh pihak CNBC pada awal pekan ini, bahwa pergeseran terhadap emas bisa dijadikan patokan untuk melihat dengan “mudah” jatuhnya logam mulia sampai $ 1.300 pada akhir tahun ini, penurunan sudah hampir 18 persen dari level saat ini.

“Jika Anda memiliki semua uang ini di dalam sistem, maka Anda akan berani mengambil aset berisiko, Anda akan lebih berkeinginan untukmemiliki aset yang terus berproduksi, sementara emas tidak berproduksi,” katanya.

Tetapi menurut Silverman devaluasi mata uang melalui pencetakan uang akan membuat orang-orang untuk bermain di emas karena emas lebih besar prospeknya untuk investasi. (tr-pr)

Share

Komentar

Leave a Reply